GEMURUH

GEMURUH

  • WpView
    Reads 1,700
  • WpVote
    Votes 73
  • WpPart
    Parts 34
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 21, 2021
[ SEBELUM MEMBACA FOLLOW AKUN AUTHOR ] [ JANGAN LUPA BERI VOTE & KOMEN ] "Eyang! Rain mohon, jangan pukul Rain" Mohon gadis itu yang bernama Raina Gemuruh Maheswara. "Diam! Kamu ini hanyalah anak pembawa sial! Dasar anak haram!" Bentak Wanita tua itu. "Eyang sakit. Ampun, rain nggak akan ulangi kesalahan itu lagi" Mohon gadis itu sekali lagi,namun wanita tua itu tidak menghentikan pukulannya. Begitulah kehidupan Raina Gemuruh Maheswara. Penuh dengan Penyiksaan, Kesakitan, Tertekan. Hidupnya bagaikan suara tanpa nada. Namun kehidupannya sedikit bernada ketika seorang laki - laki tampan yang terkenal badboy bertemu dengannya. "Guntur datang karna adanya Rain". Gemuruh, 2020. Novta Wulan Artadiana. [Typo bertebaran] ⚠️ Cerita ini terdapat unsur kekerasan. ⚠️Cerita ini real dari imajinasi saya sendiri! Jadi jangan coba - coba untuk meng-copy paste cerita ini. Terimakasih.
All Rights Reserved
#8
gemuruh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIDDEN I (The End)
  • Luka & Lara (Completed)
  • Trapped in a wound
  • Anna's Secret [END]
  • Step Brother [#1 FHS]
  • Still The Same
  • Senyum Untuk Luka (End)
  • I HATE YOU, I LOVE YOU [COMPLETED]
  • AFFAIR (Completed)
  • Aletta Inara [SUDAH TERBIT]

"Apa yang bisa dibanggakan darimu?" Sebuah hubungan yang kompleks antara seorang ayah dan anak perempuannya. Ayah tersebut tidak pernah menunjukkan kasih sayang dan penerimaan terhadap anaknya, bahkan menganggapnya sebagai beban keluarga. *** Diasha hanya ingin satu hal, dicintai oleh ayahnya sendiri. Namun kasih sayang itu tak pernah datang, bahkan seolah tak pernah diharapkan. Ia tumbuh dalam rumah yang penuh dingin dan diam, mencoba menjadi anak baik agar dilihat, agar dianggap tapi hasilnya selalu sama, hampa. Meski begitu, Diasha tak pernah benar-benar bisa membenci ayahnya. Di hatinya, pria itu tetap sosok penting yang tak tergantikan. Sayangnya, apakah ayahnya berpikir hal yang sama? Ketika cinta yang seharusnya melindungi justru melukai, Diasha dihadapkan pada pertanyaan paling pahit dalam hidupnya: Apa gunanya hidup... jika rasanya seperti mati Attention: Cerita ini mengandung tema yang sensitif dan dapat memicu emosi yang kuat pada pembaca, terutama bagi mereka yang pernah mengalami pengalaman serupa. Mohon untuk tidak terlalu terpengaruh oleh cerita ini. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala reaksi emosi yang mungkin timbul, termasuk kebutuhan akan tisu. •dilarang keras menciplak karya ini•

More details
WpActionLinkContent Guidelines