We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
GALANG
  • WpView
    Reads 353
  • WpVote
    Votes 98
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Untuk Avi, Galang adalah perjuangan. Bagi Galang, Avi adalah hidupnya. Darinya aku tau, bahwa hidup tak selalu berwarna hitam, putih dan abu-abu. Dan kamu adalah pelangi itu. Menggambarkan setiap warna yang tak mampu kujabarkan dengan kata-kata. Galang Ragasiwi, dia adalah ketua geng lengendaris 'BARSA'. Sosok yang dikenal sebagai laki-laki dingin, tempramen juga kasar. Di SMA Trisakti, Galang adalah murid yang paling sulit untuk diatur. Setiap hari ada saja kelakuan Galang yang membuatnya berakhir diruang konseling. Dia yang dari kecil tak mengenal arti kasih sayang membuat cowok itu begitu tak mudah tersentuh. Adapun Alvita Ayudia. Sosok gadis yang begitu ceria, hiperaktif dan mudah bergaul. Sosok gadis itu mampu masuk kedalam kehidupan seorang Galang. Galang yang memang tak tersentuh itu mencoba menutup mata dan hatinya atas kehadiran Avi dihidupnya. Tapi, gadis itu tak pantang menyerah. Walau berkali-kali ditolak,dibentak bahkan disakiti. Avi tetap mengejar seorang Galang. Dia bertekad untuk membuat Galang bisa merasakan apa itu cinta. Tapi seorang pejuang tak'akan selalu berjuang. Apalagi yang diperjuangkan tak menginginkannya. Saat Galang mulai membuka diri untuk Avi dan sadar bahwa gadis itu membawa banyak perubahan dan warna dalam hidup Galang. Galang harus menelan pil pahit, karena Avi telah berbalik arah untuk berhenti mengejarnya. Lalu apa yang harus Galang lakukan. Meminta gadis itu untuk kembali padanya atau membiarkannya berbalik arah. Meninggalkan Galang dengan sejuta rasa bersalahnya? 'Dia menyadarkanku, bahwa yang berjuang takan mesti selalu berjuang. Begitupun yang bertahan. Semua pasti akan berbalik arah. Karena semua yang tak terbalaskan hanya sia-sia dan tak berarti. Lantas, pergi untuk berhenti adalah jalan pintas untuk keluar dari luka tapi tak terlihat. Hanya mampu dirasakan.' Dan sekarang, apa harapan itu masih ada untuk mereka yang baru menyadari arti kehilangan dari sebuah perjuangan?
All Rights Reserved
#142
teenlife
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • RANGGA PUTRA
  • "Algantara Delano Arlaska"
  • ARGLADIS
  • Handsome Galvin {END}
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • After Summer Rain (TERBIT)
  • Bara [REVISI]
  • PERFECT BAD COUPLE (TERBIT)
  • AGATHA (Ketua OSIS Galak VS Bad Boy Nyebelin)

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines