Berbacod | Kumpulan Cerpen

Berbacod | Kumpulan Cerpen

  • WpView
    Reads 523
  • WpVote
    Votes 65
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 28, 2020
Satu hari ada yang datang. Ingin, namanya. Menyapaku lewat jendela, memberi angin segar perihal 'mengapa bisa aku berada disini', dan seketika dia pergi, membawa apapun yang bisa dibawa. Tapi, sungguh sesuatu itu amat berbaik hati. Dia meninggalkan sejumput kenangan; yang harus kutulis sedemikian rupa, agar dapat merajut kembali fragmen-fragmen yang tercecer itu. Aku mengiyakan kepergiannya, dan tugas yang diberikan. Akhirnya, muncul gejolak untuk memulai. Lalu kucoba dengan berbagai awal, tapi tentu saja menjadi hal yang susah untuk bertemu akhir. Sekarang aku kembali, ingin mencoba mengawali dan tentunya ingin juga mengakhiri. Hanya sebatas kembali dari peraduan; mencoba merajut yang hilang. "Apapun. Dimanapun. Kapanpun. Kubiarkan menetes, di lembar-lembar serat kayu. Lalu kubiarkan saja menggelitik relungmu."
All Rights Reserved
#41
old
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • MY BELOVED STAR (Discontinued)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Antara Aksara dan Kata
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • langit biru
  •   Cerita Acak ; ALTERNATIF UNIVERSE  & ONE SHOT STORY
  • BUNGA KEMBALI
  • Traces in the Light

Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines