
Lengan kiri yang penuh dengan sayatan tak membuat cengkraman terasa sakit tapi hanya senyum manis yang tersinggung dibibir tipisnya. "jika kau menyinggungkan senyummu terus, maka peluru ini akan bersarang indah di kepalamu". Ujar laki laki ber-hodoie hitam dengan tudung yang hampir menutupi sebagian wajahnya. "Tembakkanlah aku tak takut dengan peluru itu. Bahkan rasanya aku ingin segera berjumpa dengan malaikat maut ku". Jawab si korban dengan enteng. Menyadari korbannya tidak teriak seperti korban korban sebelumnya membuat hasrat membunuhnya yang tadi berkobar kini entah menghilang dimana. Dengan kesal ia membanting kan kepala korban ke-kepala ranjang yang membuat darah mulai merembes dikepala, yang justru membuat sang korban tertawa begitu bahagia seolah memenangkan lotre puluhan juta.Todos os Direitos Reservados
1 capítulo