Blame The Cupid [Completed]

Blame The Cupid [Completed]

  • WpView
    Reads 4,232,952
  • WpVote
    Votes 176,012
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 18, 2025
Keterkejutan nampak diwajah Lyora. Seolah darah tersedot dari tubuhnya. Wajahnya pucat pasi menyadari siapa pria yang saat ini tertidur disampingnya. Bagaimana tidak? Ia berencana menjebak Edmund Leonard tapi mengapa yang ada di kasur bersamanya itu Edward, kakak kandung Edmund
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • [BOYS LOVE] Be My Special Lecture
  • I Love You, Mr. Nice Gay (COMPLETED)
  • Bloody Winter
  • Menunggu Waktu, Menemukan Dirimu
  • NOXIOUS ALPHA! [21+] | TERBIT
  • Arah ✔
  • Accidental' (END)
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • ADDICTED [His Silence, Her Obsession] (TERBIT)

Buat Alden, gak ada yang lebih menarik ketimbang dua hal: kalkulus dan Pak Rio! Hidupnya udah kayak playlist yang stuck di repeat. Bangun, mandi, kuliah, pulang, dan mikir gimana caranya bisa ngucapin "Selamat tidur, Pak". Sampe akhirnya kesempatan itu datang tanpa disangka-sangka, meski perlu perjuangan buat puasa ketemu dosen idamannya itu. Ya, Alden harus rela buat gak ketemu Pak Rio selama tiga bulan karena dosen idaman seantero Fakultas Sains itu ikut short course ke Paris. Tapi, gak apa-apa, semua terbayar dengan mandat besar dari Pak Rio yang bikin Alden harus nge-Zoom tiap hari, bahkan saat gak sengaja lihat dosen yang sugar-daddy-able itu lupa nutup kamera pas ganti baju. Uh! Tapi, imajinasi liar Alden ternyata gak semulus dada Pak Rio. Dia harus menelan pil pahit saat Pak Rio pulang ke Indonesia. Untung ada Richie, si paling ekstrovert di kelas, yang tampil paling peduli sama Alden ketika hidup Alden berantakan setelah Pak Rio pulang. Sampai Alden akhirnya mulai bangkit dan mengenal sisi lain Richie, si anak paling males ngerjain tugas tapi ternyata punya sisi kemanusiaan yang bikin terharu. Dia tahu semua itu setelah menghabiskan waktu 24/7 dengan si anak band dengan sejuta rahasia yang gak disangka-sangka itu. Pada akhirnya, Alden gak tahu harus memilih jalan yang mana. Menggandeng tangan Pak Rio yang sangat meyakinkan bahwa dia telah selesai dengan seluruh persoalannya. Atau, mengikuti pundak Richie yang sangat manis tapi jalan terseok-seok seolah tanpa arah? Karena yang Alden butuhkan bukan sekadar cinta sejati, tapi berdamai dengan dirinya sendiri yang selalu dibayangi masa lalu dan suara batin yang gak berhenti bergejolak. Argh! Help me!

More details
WpActionLinkContent Guidelines