[S]HE'S BAD!

[S]HE'S BAD!

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 21, 2020
Jika orang tua sudah berkata bahwa itu tidak baik untuk anaknya; maka itu benar. Jangan pernah melawan kata-kata orang tua, apalagi seorang ibu. Patuhi setiap kata-kata mereka, maka hidup akan bahagia. "Malik, ibu sudah bilang berkali-kali. Dia itu perempuan yang buruk!!" Teriak ibu Malik di akhir kalimatnya "Ibu... dengarkan Malik bu. Insyaa Allah bu. Dengan izin Allah Malik bisa merubah sikapnya" Malik berusaha meyakinkan ibunya itu. "Jangan nekat Malik! Jangan keras kepala! Orang tidak bisa berubah begitu saja" ayah Malik mencoba agar anaknya itu berhenti bersikap keras kepala dan nekat "Aku nggak nekat ayah. Tapi aku yakin dengan keteguhan hatiku bahwa orang bisa berubah seburuk apapun dia" Malik mencoba mempercayakan ayahnya dan memberi semangat pada dirinya "Suka-suka kau lah Malik, ayah nggak akan ikut campur" akhirnya ayah Malik menyerah "Ibu pun. Ingat nak! Ucapan orang tua selalu benar!" Peringat ibu Malik. Malik tersenyum bahagia dan bangga. Karna pada akhirnya dia bisa menikah dengan orang yang dicintai. Dia bertemu dengan perempuan itu di taman dekat dengan sebuah club 3 bulan yang lalu. ●Copyright: Juli 2020 ●jangan copy cerita saya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A [Completed]
  • Surrogate
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • My Sweet Polar Husband [End]
  • save me
  • Istri Untuk Papaku (Pending)
  • YILDIZ [TAMAT]
  • AILAH(END)✅
  • ALRIN
  • BUNGKAM

"Jangan liatin gue kayak gitu, gue ga suka." Ucap Aya terang-terangan. "Aya," panggilan itu entah kenapa terasa berbeda, Aya menjadi gugup. "Hm?" Aldi justru kembali diam, lagi-lagi malah menatapnya. "Kak sumpah gue ga suka ditatap lawan jenis begini. Lo to the point aja mau bahas apa, kalau engga lo bisa balik." Ucap Aya akhirnya. Aldi justru mengotak-atik ponselnya kemudian di sodorkan ke Aya. "Kenapa?" "Liat aja," Tanpa rasa curiga Aya mengambil ponsel itu. Ada sebuah video berlatarkan ruang rawat Ayahnya. Aya menatap Aldi bingung sebelum memutar video itu. Tangan Aya bergetar, inikah alasan Ayahnya meminta agar ia jangan membenci sang Ayah? "Tolong berusaha ikhlas dengan keputusan Ayah, tolong jangan benci Ayah karena itu." Ucap Ayahnya saat itu. Aya tidak tau harus apa. Aya tau pernikahan dalam video ini sah, setidaknya dalam agama. Jadi ia sudah menjadi istri Aldi dari kemarin? Dan tidak ada satupun yang mengatakannya? Bahkan Ayahnya juga tidak bertanya dahulu apa ia mau atau tidak. "Ayah tidak salah, beliau tidak ingin lo sendiri." Ucap Aldi hati-hati. "Tapi kita cuma orang asing. Lo bisa-bisanya nikahin gue gitu aja. Gimana kalau gue orang jahat? Gimana kalau lo yang orang jahat? Gu-gue..." Aya menggeleng. "Gue gatau," lanjut Aya pelan. Apa karena ini juga Papa Aldi mengatakan kalau Aya sudah mengambil anak laki-lakinya? Jadi Papa Aldi tidak merestui mereka? Rasanya Aya semakin dibuat pusing. Aya menggeleng, "Ini, ini semua masih ga masuk akal." Aldi tau Aya tidak akan menerima dengan mudah. Tapi ia sudah berjanji, tidak hanya dihadapan Ayah Aya dan para saksi, tapi juga dihadapan Allah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines