PUISI PUISI KACANGAN

PUISI PUISI KACANGAN

  • WpView
    Прочтений 85
  • WpVote
    Голосов 4
  • WpPart
    Частей 12
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, авг. 3, 2021
Aku disini Dengan kekurangan yang kumiliki Yang sungkan pergi dari diri ini Aku disini Dengan kelebihan yang patut disyukuri Ini hanya puisi biasa Dibuat oleh manusia biasa Dalam puisi ini kau dilarang meminta keindahan Karena puisi ini hanya berisi penyesalan dan rintihan
Все права сохранены
#41
puisiislami
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Cinta Tak Terbatas Waktu (On Going)
  • Kau Puisi
  • Madah Qolbu❣️
  • Detik Datang Dan Pergi
  • Kumpulan Puisi Inspiratif
  • di akhir perang
  • ROMANSA KATA
  • Sasmita Nivriti
  • KONSEKUENSI HATI
  • Sekumpulan Sajak yang Berkisah

Seorang santriwati yang baru lulus dari sekolah sekaligus pesantrennya langsung diboyongkan oleh sang kakak laki-lakinya. Alisa memilih mencari pekerjaan untuk membantu keluarganya daripada berkuliah seperti teman-teman yang lainnya, meski dalam hati dirinya juga menginginkan hal tsb. "Mba Al.. semoga kamu bisa nyusul kita ya.." kata Intan teman Alisa. "Amin... Doain ya mba tan.." balas Alisa. Setelah hampir 2 bulan lulus, akhirnya ia pergi ke kota menemui Hesti tantenya,yang sedang bekerja disana. Pertama kali terjun didunia pekerjaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru juga orang baru. "Ternyata kerja selelah dan letih ini, bagaimana dengan ayah dan bunda yang kerjanya diladang panas-panasan... Ya Allah lancarkanlah jalan hambamu ini untuk membahagiakan orang yang Alisa cintai dan sayangi" gumam Alisa sambil meminum tehnya di ruang keluarga Hesti. Gaji untuk seorang pemula masih belum seberapa, Alisa berniat cepat mendapatkan banyak uang untuk diberi ke keluarganya. Namun banyak rintangan dan lika-liku kehidupan yang diberi tuhan untuknya. Ekonomi, teman, keluarga, cinta dan spiritual menjadi satu. "Kamu siapa?" Tanya Alisa kepada seorang gadis yang duduk di ruang pemanggang roti sendirian. "Kamu lupa?" Balasnya malah bertanya kembali ke Alisa sambil menatap datar kearahnya.

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту