Monokrom

Monokrom

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 19, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Dan jika kamu ingin tahu bagaimana kebersamaan kalah akan suatu kenyataan, mungkin kamu bisa bertanya pada sosok teduh miliknya. Sosok yang sekarang ini juga baru saja menelisik setiap bagian buku berisi polaroid yang menempel pada setiap helai dengan sorot pandang tenang bak purnama tanpa nada yang membawanya masuk kembali pada masa ketika kebersamaan antara dirinya dan orang-orang kebanggaannya dengan lantang berikrar kebersamaan tidak akan pernah hilang walau kalah dengan kenyataan." -a- Ketika ia memiliki satu kesempatan untuk kembali mengunjungi Yogyakarta, Askara Raditya seperti kembali menemukan cahaya yang sudah lama ia rindukan. Perihal sepasang hari dan peristiwa, mata dan kata, emosi dan frasa, damai dan bahagia serta cita dan cinta. Semua. Semuanya. Dan perihal purnama yang kehilangan nama. ***
All Rights Reserved
#75
jogjakarta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Goddess of Twilight VOL.1
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • The Last Birthday With You
  • JAM 3 SORE
  • ANGKASARAYA
  • RE:MEMBER (END)
  • Promise

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines