Eternal Night

Eternal Night

  • WpView
    Reads 42
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 21, 2020
Saat Guntur lihat di jam tangannya, menunjukkan pukul 7:13 pagi, tapi kenapa hari masih gelap gulita? Kemana perginya matahari? Lalu Guntur membangunkan Yudha untuk memberitahu kalau matahari telah hilang. Yudha pun terbangun, dia juga merasa kebingungan melihat hari yang cukup gelap itu Suasananya sangatlah dingin dan sunyi, bagaikan malam tetapi masih ada sedikit cahaya yang bisa terlihat di langit pagi. Bagaikan bumi yang telah diselimuti kain hitam.
All Rights Reserved
#24
photography
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Tale Of True Love (Selesai)
  • RUMAH SINGGAH ✔️
  • Untouchable Sky
  • Gate of PLENGKUNG GADING
  • Pain of the Slayer
  • Perjamuan Keempat Belas
  • TRAP-Infernal Night
  • Reincarnated into the future

Terbangun dari tidurnya. Drupadi menyadari ada sosok lain di balik selimut putih yang ia kenakan. Tubuhnya terasa hangat oleh pelukan tubuh lain. Oh tidak! Siapa gerangan yang berani melakukan hal tidak senonoh kepada Drupadi yang terhormat. Merasa tubuh sang wanita bergerak, sosok lain itu membuka matanya dan mengeratkan pelukan pada tubuh Drupadi yang tak berpakaian. "Siapa kamu?!" hardik Drupadi sembari mendorong dada lelaki yang berbaring di sampingnya. Lelaki itu mengerjapkan matanya. Rambut sepunggungnya yang tebal terurai indah menghiasi tubuh kekar berkulit coklat terang. Tidak. Kacau sekali, siapa laki-laki ini? Mengapa berpenampilan aneh? Ia malah tersenyum manis menyilaukan, jika saja bukan begini situasinya, Drupadi akan memilih untuk melongo sekejap. "Kau terbangun? Apakah kau bermimpi buruk, Panchali?" * Ini cerita time travel, coba dibaca sedikit dulu. Siapa tau klop.

More details
WpActionLinkContent Guidelines