100 Hari Bersamanya

100 Hari Bersamanya

  • WpView
    Reads 654
  • WpVote
    Votes 180
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 16, 2020
WpInfo
Fanfic
Supernatural
Bagai mana jadinya jika kamu seorang yang kaku dan pemalu menjadi Mak comblang untuk sahabatmu sendiri? Menyatukan kembali sepasang mantan kekasih yang diantara mereka masih ada benih-benih cinta. Dan bagaimana pula, jika kamu malah mencintai mantan sahabatmu itu sendiri karena terlalu sering bersama untuk menyatukan mereka? Itulah yang saat ini dialami Arunika Jemikaria Erik Faldri mantan pacar sahabat Arunika memberi harapan pada Arunika untuk mendapatkan tujuannya sendiri, bahkan melibatkan dan mengorbankan sahabatnya sendiri yaitu Gabriel hanya untuk dirinya sendiri. Bagaimana kisah Arunika selanjutnya? Yuk langsung dibaca aja?! #PLAGIAT MINGGIR!# Direvisi setelah tamat.
All Rights Reserved
#574
rindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • Untuk, Arunika ✔ [PROSES TERBIT]
  • ALONENESS
  • Strong Girl Michella (END)
  • Eh, mantan!
  • Senja Yang Sunyi
  • Arsyilazka
  • coward
  • ARGA
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines