Memori Terakhir

Memori Terakhir

  • WpView
    LECTURAS 189
  • WpVote
    Votos 45
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jul 22, 2020
Musim hujan telah berlalu. Seorang kutu buku yang hanya terus menyendiri menemukan sebuah buku di meja dalam ruang baca perpustakaan. pada sampul buku itu Terdapat tulisan tangan yang tertulis: "Kenangan Terakhir." Dia segera mengetahui bahwa buku harian itu adalah milik seorang gadis yang selama ini dia kenal sebagai seorang gadis yang sangat ceria, Lisa, yang mengungkapkan bahwa dirinya terkena penyakit jantung dini dan hanya memiliki waktu yang terbatas. Pada saat inilah dia menemukan seseorang yang bisa berbagi kenangan dengan ia di waktu yang terbatas ini.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Di Antara Harapan dan Kenyataan
  • DRABIA [END]
  • NADIR
  • Amour (COMPLETE)
  • The Rainbow is Over
  • Langit yang tak lagi Sama
  • Si Bisu
  • Rain to summer
  • Maaf, Dara.
  • grasia

Edith adalah seorang mahasiswa yang menjalani kehidupan sehari-harinya dengan penuh tantangan. Merasa kesepian di tengah kesibukan kuliah, ia memutuskan untuk mencoba aplikasi pertemanan. Di sanalah ia bertemu Jihan, mahasiswi lain yang memiliki latar belakang yang serupa. Keduanya mulai berbagi cerita tentang masalah keluarga dan hubungan mereka, membangun koneksi yang mendalam meski hanya lewat layar ponsel. Seiring waktu, kedekatan mereka tumbuh. Jihan sering menceritakan kesedihannya, terutama tentang keluarganya yang tidak memahami pilihannya untuk kuliah. Sementara Edith juga berbagi beban emosionalnya, mencari dukungan di tengah tekanan akademik. Suatu hari, Jihan harus dirawat di rumah sakit akibat penyakit yang tidak terduga. Dalam keadaan rentan tersebut, Jihan mengungkapkan perasaannya kepada Edith, dan mereka pun memutuskan untuk berpacaran. Awalnya, hubungan mereka tampak sempurna, dipenuhi cinta dan harapan. Namun, seiring berjalannya waktu, Jihan mulai berubah. Ia menjadi lebih tertutup dan sering mengabaikan Edith. Edith merasa bingung dan sakit hati melihat perubahan sikap Jihan. Mereka sering bertengkar, dan komunikasi yang dulunya lancar kini terhambat. Edith berusaha keras untuk mempertahankan hubungan mereka, tetapi Jihan tampak semakin menjauh. Di tengah ketidakpastian ini, Edith harus menghadapi kenyataan pahit bahwa hubungan yang dulunya penuh harapan kini berakhir dengan kesedihan.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido