Srekk!! Srekk!! Seorang gadis tengah berlari di keheningan malam. Terus berlari meminta pertolongan. Suara parang yang beradu dengan aspal itu terdengar semakin jelas. Ini semua gara-gara keingintahuannya pada ruangan itu, ruangan terlarang yang tidak boleh dimasuki oleh siapapun. "Maaf, ku mohon maafkan aku." Mohon gadis itu dengan terisak. Seorang pria dengan jubah hitam berdiri di depannya. Srekk!! Ada berita yang beredar, ada peraturan yang tidak boleh dilanggar jika berkunjung ke rumah pinus. Rumah yang sebagian besar terbuat dari pohon pinus itu, bergaya klasik dan elegan. Jangan pernah memasuki ruangan dengan pintu putih dengan hiasan batik merah. Jangan pernah masuk ke gudang belakang. Jangan pernah memakai toilet di lantai satu. Jangan pernah pergi ke ruangan bawah tanah. Jangan pernah singgah lebih dari jam delapan malam. Jangan pernah penasaran dengan gudang sebelah rumah. Jangan pernah menyentuh pisau bergagang kepala naga di dapur. Ini peringatan!! Jangan sekali-kali melanggar peraturan tersebut. Jangan tertipu dengan wajah polos mereka. Mereka hanya menggunakan topeng. Tidak ada yang tau isi ruangan terlarang itu. Tidak ada yang pernah selamat setelah masuk kesana. Dan jangan pernah cari tau. Tapi, Arabella melanggar itu semua.
More details