Lulu
  • WpView
    Membaca 29
  • WpVote
    Vote 7
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Agt 15, 2020
Dalam gelapnya malam bersama dia yang kusayang, aku melayang terbang menggapai bintang. Tapi sayang... itu hanya sebuah kenangan, yang sekarang hanya sebatas angan. Karena nyatanya, kini aku seorang diri menikmati indahnya gemerlap bintang yang menghiasi langit malam. Yang tentu saja tanpa dia... dia yang kusayang. Oke... tapi tak apa, karena ku tahu bukan hanya aku seorang yang merasakan. Aku tahu hambarnya sebuah angan, pahitnya keterpaksaan, dan... lelahnya penantian. Kini aku hanya dapat mengenang manisnya kebersamaan. Hingga seseorang datang menggantikan dia yang kusayang(?) ... #ritabercerita Juli 2020
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • F E E L I N G ✔✔✔ [Lanjut; Feeling 2]
  • Gagal Move On [Selesai✔]
  • BINTANG&BULAN
  • Sunshine (Hoseok x you)
  • Dibawah Bintang (TAMAT)
  • Titik Yang Benar
  • Pura-Pura MOVE ON
  • Tentang Mu Bintang Ku
  • Just a Fella (Alsand) [COMPLETE]
  • Cinta Dua Hati (END)

[ Noyaa Min ] Kemarin, kemarin, dan kemarin lagi, aku mencintai seseorang. Tetapi, hatiku salah memilih, dia memiliki pasangan yang mungkin tak dapat aku pisahkan, aku hanya akan menyakiti seseorang. Rasa ini terus aku pendam, tak akan pernah ada maksud untuk diungkapkan, rasanya salah sekali. Sungguh menyakitkan diam seperti ini, menyaksikan seseorang yang aku cintai bercanda gurau bersama dengan kekasihnya, temanku sendiri. Dia selalu menusuk hatiku dengan bunga setiap harinya, bukan soal cinta, tapi apa yang selalu ia katakan membuat aku jatuh cinta. Aku tak pantas bersamanya, apalagi memilikinya, pikiranku bilang pada hatiku 'bahwa dia terlalu sempurna' ini membuat aku berubah, sakit sekali. Sesekali aku menatapnya, gaya bicara yang selalu membuatku semangat, sempurna menurutku, ah-begitulah. Kembali, hatiku merasa bersalah saat aku melihat ia bersama kekasihnya yang datang tiba-tiba dan memeluknya dari belakang. Ah-aku selalu mengharapkan hal yang mustahil, semoga saja dia bisa menjadi milikku, tanpa aku harus menyakiti orang lain. Saat ini, aku masih saja menunggu, menunggu kapan ia bisa aku miliki, seutuhnya. _____________________✷______________________ [ Feeling ]

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan