Cinta Adinda

Cinta Adinda

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 22, 2020
Aku hanya mampu melihatmu dari kejauhan. Mengagumimu tanpa berani menatapmu sama sekali. Mencintai tanpa dicintai. Menyukai sendirian. Entahlah? Kita tidak saling mengenal, tapi aku juga tidak pernah mengerti kenapa perasaan ini bisa berlabuh untukmu yang pada kenyataan kita tidak pernah saling bertatap muka. Aku tak pernah berharap lebih. Bagiku mengagumi kamu dari kejauhan adalah cara ku mencintaimu. _Adinda Setya Ningrum_
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Yang Tak Kembali
  • SAHABAT RASA PACAR
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • Without You_
  • To See You [OngHwang]
  • SECRET ADMIRER || Lee Jeno
  • THE MIST OF LOVE
  • I WONT GIVE UP
  • HURT (END)
  • ENOUGH I KNOW [END]

Senja selalu punya cara untuk mengingatkanku padanya. Pada warna jingga yang memudar perlahan, pada langit yang semakin gelap, dan pada perasaan yang tak pernah benar-benar pergi. Aku masih mengingatnya dengan jelas- hari pertama aku melihatnya, tawa kecilnya yang ringan, dan caranya berbicara seolah dunia ini adalah tempat yang penuh keajaiban. Aku juga masih ingat saat aku akhirnya mengumpulkan keberanian untuk mengungkapkan perasaanku, hanya untuk mendengar jawaban yang sudah kutakutkan sejak awal. "Aku nggak bisa, Rak... Maaf." Kalimat itü terus terulang di kepalaku, seperti kaset rusak yang tak bisa kuhentikan. Tapi anehnya, aku tetap di sini. Aku tetap bertahan. Mungkin ini bodoh. Mungkin aku hanya menggenggam sesuatu yang seharusnya kulepaskan sejak lama. Tapi, bagaimana caranya melepaskan sesuatu yang sudah menjadi bagian dari diri sendiri? Senja yang pernah menyatukan kami kini menjadi saksi bahwa beberapa hal memang tidak bisa kembali seperti dulu. Namun, meski tak bisa kumiliki, aku masih menyimpan perasaan ini. Bukan untuk berharap, bukan untuk menunggu, tetapi sekadar untuk mengenang bahwa aku pernah mencintai seseorang dengan seluruh hatiku. Dan itu sudah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines