BERSEMBUNYI

BERSEMBUNYI

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 21, 2020
WpInfo
Poetry
Tagspuisi
BESEMBUNYI Kamu terus bersembunyi Berharap tidak ada yg menemukanmu selain dia. Ketika ada yg menemukanmu. Kamu bersembunyi semakin dalam dalam keheningan dan pekatnya gelap Ayolah.... Apa perlu ku tarik kau keluar Agar kau bisa melihat terangnya cahaya tidak .... kau hanya mau di temukan olehnya dia yg tak pernah menggapmu teman sekalipun dia yg tlah memutus semua akses akun media sosialnya baiklah... terserah padamu kau bagaikan siput semakin di sentuh semakin mengkerut kedalam jangan pura2 tersenyum aku tau ke pura2an senyummu hanya menghibur dirimu sendiri dalam ngangaan luka pengharapan yg hanya sekedar harapan yg entah sampai kpn dia akan memcari mu dan menemukanmu dan kau akan tersenyum lepas atau kau akan di temukan oleh yg lain. yg memiliki kesabaran seluas samudra cintanya akan menarikmu keluar dengan sendirinya dalam persembunyianmu.... KAMILIA 22 Juli 2020
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • SADRAH ✔️ (Part Lengkap)
  • Aksara Tak Bertuan
  • FALLING IN LOVE [REPOST]
  • True Love [Completed✔]
  • IT'S ME ANASTASYA
  • TENTANG RASA
  • Cinta Dalam Do'a | END
  • Tentang Dia
  • My New Family

Tepatnya 1 tahun 8 bulan sudah akan tiba. Dimana masa-masa yang sangat sulit, hari demi hari beriringan dengan sunggingan senyum manis dihampiri dengan perasaan yang masih membekas_memar. Aku perlu tau, seakan menjadi topik pembicaraan kita tempo hari_desakku. Aku hanya perlu pahami;setidaknya masa lalu adalah gambaran yang telah usang. Tapi, masih saja kerap sekali kau jaga dari debu. Aku fikir, kau sungguh tiada berujung sedih_nyatanya pahit. Berulangkali aku sering tak sadar akan kehadiranmu; menghantui kesesakan dalam dada. Seharusnya aku sadar_membohongi diri. Sebenarnya jiwaku meronta_rapuh;tapi kakiku beku, lidahku kaku. Berbuat semauku pun tak mampu. Aku harus ceritrakan sepenggal kata ini_setidaknya pada bayanganmu, atau sebait kalimat ini ku sampaikan pada nafasmu. Aku menyerah. Ya, aku pernah menyerah dan berlabuh dihatimu karena rapuh_sama halnya sekarang aku ingin berhenti_lari dari kenyataanmu. Kau bahkan tidak mau tau tentangku_nalarku hilang. Sama persis saat aku pernah kekosongan_kau pun mengisi hariku. Bagaimana aku dapat berisyarat_bergerakpun aku tak sanggup. Aku bagai terjerat;buram;kelam. Hari ini aku akan pastikan kau tidaklah takdirku. Dimana aku bisa bebas dan terbang;melompat dan menerjang_tidaklah keingiannmu. Bermimpi tentangmu tak jua masuk dalam hariku_masih ada yang mengkait dikepalamu_aku hanya persinggahan. Ini terlalu sakit yang mendalam. Aku bisa apa? Coba jelaskan kepada selembar kertas jawabmu_mungkin aku dapati. Setidaknya kau tidak membiarkanku terjerat. Aku bisa berbuat apa dengan menjalani hubungan ini tanpa tulusmu mencintai kekuranganku. Aku tak mampu dengan keinginanmu. Aku sungguh tiada daya. Ku mohon maafkan kelemahanku. Itulah mungkin sebabnya kau masih mencari separuh yang pernah hilang dan tertinggal. Aku bersedia kau tinggalkan tanpa syarat apapun, asal titipkan salammu sebagai suatu tanda kau pernah menjadi penghias hariku_kelam. Aku bersedia_tinggalkan aku saja, mungkin itu lebih baik bagimu_kehilangan. April 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines