Catatan Kelam Sang Pendosa

Catatan Kelam Sang Pendosa

  • WpView
    Reads 14,675
  • WpVote
    Votes 1,713
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 7, 2020
Semoga Ayah mengerti perasaanku Yang haus kasih sayangmu Untuk Ibu, tahukah hati kecilku Kumenangis di setiap tidurku Sesak itu kembali datang. Dan bodohnya aku tetap memilih lagu itu untuk kunyanyikan. Mungkin karena luka telah menjadi candu bagiku. Selesai menyanyikan lagu itu, aku memilih turun dari bus. Tak kupedulikan tatapan orang-orang yang heran karena aku tak meminta uang recehan dari mereka. Bahkan ada berseru, "Gak butuh uang kayaknya!" Aku mendengkus kasar mendengarnya. Jika aku tidak butuh uang, tak akan mati-matian berjuang demi mendapatkannya. Sayangnya, uang receh sudah tidak ada artinya lagi bagiku. Yang kubutuhkan adalah uang dengan nilai besar untuk menampar mereka yang pernah menertawakan. Ponsel kembali kunyalakan. Menghubungi supir untuk segera menjemput. Cukup bermain-main dengan pemanasan mengenang masa silam. Saatnya mengekskusi semua yang telah kurencanakan saat kembali ke Jakarta. Hallo Jakarta! Kini aku kembali. Tapi bukan sebagai gadis kecil yang menyedihkan lagi. Bukan pula sebagai remaja yang hanya bisa mengutuk langit atas takdir yang menimpa. Kini aku kembali sebagai wanita dewasa dengan kekuasaan di genggaman. Hai Jakarta! Masihkah mereka berpijak di kota ini? Mereka yang tanpa rasa kasihan merenggut semua kebahagiaan! Beritahu mereka, aku telah kembali dan akan membalas perbuatan yang telah mereka lakukan. Dengan balasan yang jauh lebih menyakitkan.
All Rights Reserved
#12
wanitamalam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REDUM ✓ [Sudah Terbit]
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • Hanya Rindu Dan Trauma
  • LAKSADEKA
  • Berjanji Untuk Sehati
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • AKHIR SEBUAH PENANTIAN

"Aku tidak tahu, aku selalu melihatmu. Kenangan kita selalu menjelma menjadi kamu hingga hampir gila rasanya aku. Tidak! Kita sudah mati. Perasaan kita sudah lama pergi. Cinta bukan lagi yang kita nanti," katanya dengan mata menyapu segala. Dia memegangi kepalanya sembari menekannya kuat-kuat. Berusaha membuang jauh pikiran yang selama ini membuatnya kehilangan dirinya. Dia telah pergi terlalu jauh sampai merengkuh pun tak akan sampai pada jiwanya. Kisahnya terlalu menyakitkan untuk diungkap, tapi tak ada lagi yang bisa dia berikan selain rasa sakit. Kisah ini mungkin terlalu rumit untuk kamu mengerti. Mungkin terlalu membual untuk kamu kagumi. Bisa saja kisah ini terlampau menggurui untuk kamu yang merasa telah sembuh dari sakit jiwa. Namun, percayalah ada cinta yang tersembunyi di balik kesakitan tak terperi. Dia berdiri di ambang kehidupan yang mati, dan dia ingin terus mencintai setiap yang melukai. "Ada aku di sini," kata seseorang yang datang untuk mengulurkan tangan, tersenyum hangat. "Untuk membantumu sembuh." "Kenapa?" "Karena sepertinya aku mulai jatuh cinta." Hanya kisah cinta yang terlanjur membuahkan gila bagi seorang yang tak pernah bisa melupakan. Temukan perasaan yang terendam dalam makna tak terungkap kata. Love of Fate adalah cinta dan takdir manusia, mencintai takdir masing-masing dari kita.

More details
WpActionLinkContent Guidelines