4 O'CLOCK

4 O'CLOCK

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 22, 2020
Harta, tahta, dan wanita membuat Bastian buta. Ia tega meninggalkan istri yang sedang sakit keras, demi mengejar karir sebagai penyanyi papan atas. Ketika karirnya mencapai puncak, sang istri pergi untuk selamanya. Dunia Bastian seketika jatuh dalam jurang penyesalan. Kembali pulang dan ingin memperbaiki kesalahan, Seno, putra sulung, dengan keras menolak bahkan mengusirnya. "Papa sudah bukan papa kami lagi." (Dipublikasikan 22 Juli 2020) © by Murti Ocha
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eat Me, Please! (END)
  • retaliation
  • Sir, How About A Marriage?
  • SEEYU [Cerita Kolaborasi]
  • Goresan Luka (END)
  • Yang Bertahan Di Tengah Runtuh
  • Cinta Lelaki Kedua (TAMAT)
  • AKU BUKAN WANITA JALANG ✔️(DITERBITKAN)
  • Tautan Hati (Tamat) Unpub Sebagian
  • KALA CINTA

Setelah kematian suaminya, Nayra tinggal bersama ibu mertuanya, Maya, dan membantu menjalankan usaha kecil rumahan berupa pesanan kue. Ia pintar memasak, bahkan banyak resep yang membuat usaha itu laris adalah ciptaannya sendiri. Kehadirannya disambut hangat oleh Maya, tapi tidak dengan Prasetya-kakak iparnya yang juga bos perusahaan besar peninggalan sang ayah. Prasetya tidak pernah menyukai Nayra. Bukan karena Nayra jahat, tapi karena sejak awal ia terlalu menarik. Terlalu sempurna dalam ketidaksempurnaannya. Dan ketika Panca menikahinya, rasa yang selama ini hanya sebatas pandang, berubah menjadi bara yang terus menyala diam-diam di dalam dirinya. Setahun setelah kematian Panca, keduanya hidup berdampingan dalam jarak yang menggigit. Nayra yang mulai rapuh dalam kesepian, dan Pras yang mulai kalah oleh dorongan hasrat dan hati yang tak pernah ia akui. Sampai pada suatu malam... semuanya runtuh. Tak ada lagi moral. Tak ada lagi batas. Hanya tubuh, rasa, dan luka yang tertumpah dalam satu malam kelam. Dan sejak malam itu, keduanya tak lagi sama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines