Alikka Stories

Alikka Stories

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 23, 2020
Alikka, gadis mungil berkaca mata yang selalu bergantung pada Galang Mahendra anak pejabat kaya raya yang sudah di percayai oleh kedua orang tua Alikka. Umur Alikka dan Galang sama cuman entah mengapa sifat Galang lebih terlihat dewasa. "Ingat ya kamu harus makan, jangan lupa minum obat." Ucap Galang. "Tapi, temenin ya," Balas Alikka dengan memasang muka muram. "Al, dengerin. Aku sekarang ada urusan penting, kamu bisa kan makan sendiri. Toh, di sini ada Bi Inah. Apa masih kurang? Hidupku bukan sepenuhnya urusin kamu, nemenin kamu. Aku juga punya kepentingan sendiri." Tegas Galang. Alikka menangis sesenggukan ia merasa bahwa Galang sudah tidak ingin menemaninya lagi, "Kamu keluar sama cewek itu kan?! Iya kan! Apa dia lebih berharga ketimbang aku?" Bentak Alikka. Galang tidak menghiraukan apa yang di katakan oleh Alikka, ia segera mengambil jaket di sofa dan pergi tanpa menoleh ke arah Alikka sedikitpun. "Semua orang nggak ada yang pernah peduli sama aku, apa ini saatnya untuk aku mengakhiri hidupku." Kata Alikka. Apakah Galang tidak peduli lagi dengan Alikka dan pergi bersama cewek itu? Dan apakah Alikka akan mengakhiri hidupnya secepat itu? Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Tetap ikutin terus Alikka Stories ❤️ Jangan lupa tinggalin jejak ya❤️ 23/07/20
All Rights Reserved
#2
alikka
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Eternal Moon [ End ✔️]
  • DAKSA [END]
  • Because I'm Stupid (End)
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Dusk In Your Eyes
  • RAVASYA [END]
  • Albel
  • ALGIS ✓
  • dimana janji tersebut

Wulan mendekat, penasaran. Bintang mengeluarkan sebuah gelang anyaman dari kantong celananya. "Ini buat kamu. Supaya kita selalu jadi sahabat selamanya." Wulan tertegun sejenak, lalu tersenyum. "Sahabat selamanya?" Bintang mengangguk yakin. _________________________________ _________________________________ "Kehilangan mengajarkanku arti kehadiran. Tapi kehadiran yang tak pernah pergi, mengajarkanku arti pulang. Dan pada akhirnya, bukan tentang siapa yang kembali-melainkan siapa yang sejak awal tak pernah benar-benar pergi." __________________________________________________________________ "Lucu ya? Saat akhirnya kupikir aku bisa bernapas lega, dunia malah menertawakan aku. Seolah berkata, 'Jangan senang dulu, aku belum selesai menghancurkanmu.'" - Wulan Salsabila. __________________________________________________________________ "Orang yang paling keras kepala bukan orang yang tidak mau mendengarkan perkataan orang lain. Tapi dia yang tahu dirinya hancur, tahu dirinya butuh bantuan, tapi tetap saja milih buat menyimpan semuanya sendiri." -Raka Aditya. __________________________________________________________________ "Lan, kalau aku adalah bintang indahmu, maka kamu adalah bulanku-seseorang yang memberiku cahaya bahkan di malam-malam tergelap. Kamu adalah ketenangan, kehangatan, kehadiran yang membuat segalanya terasa aman dan indah. Bahkan ketika bintang-bintang mulai redup, bulan tetap bertahan, bersinar dengan tenang. Jadi, jika kamu memanggilku bintang indahmu, maka aku akan memanggilmu bulan abadiku-seseorang yang tetap tinggal, seseorang yang selalu bersinar di langitku." -Bintang Pradipta. __________________________________________________________________ "Dari janji persahabatan di bawah pohon rindang SD, hingga langkah-langkah berat di SMA-kapan persahabatan berubah menjadi sesuatu yang lebih rumit?" PERHATIAN‼️ Cerita ini murni ide author tanpa menjiplak karya siapapun enjoy~♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines