SAFIRA

SAFIRA

  • WpView
    GELESEN 108
  • WpVote
    Stimmen 10
  • WpPart
    Teile 7
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Aug. 17, 2020
|4 MATA ANGIN SERIES| •BLANC Sejak berusia 7 tahun, Julian sudah menaruh hatinya pada Safira. Keceriaan dan canda tawanya mampu membuat laki-laki berdarah Spanyol itu terpesona sejak pertama kali mereka bertemu. Sayangnya, 8 tahun kemudian Julian menemukan kalau Safira tak lagi sama dengan Safira yang ia cintai dulu. Tak ada harapan maupun tekad di mata kelamnya. Meski begitu keceriaan Safira masih tetap mengikat Julian untuk selalu menjaganya. Bahkan Safira juga beberapa kali membuat sisi kejamnya muncul tatkala seseorang mengusik gadisnya. Hingga akhirnya Julian menemukan sebuah rahasia pelik yang menjadi alasan perubahan Safira. Kebenaran yang mampu membuat perasaannya goyah di kala Julian membuka selimut tebal yang melindungi kegelapan Safira. Lalu apa yang terjadi jika sisi lainnya justru berbalik ke arah Safira dan menghancurkannya dengan sangat dalam?
Alle Rechte vorbehalten
#18
julian
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • AL AL GANG [Complicated]
  • SAFIRA ALAMANDA ALDINATA [SUDAH TERBIT]
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • TROUMBLEMAKER GIRL'S AND BAD BOY
  • Strawberry
  • Effort 2 [ Completed ]
  • Obsessed With The Twins
  • Fall in Love with Gangster Boy (END)

Terdapat dua anak kecil yang gembira sedang bermain ditaman dan bercanda ria. Yang cewek namanya Lexa dan yang cowok namanya Al. "Xa, jangan nangis dong? Nanti aku beliin es klim lagi deh." Kata si cowok agak pelo. "Benelan, tapi yang banyak ya." Kata si cewek berhenti menangis sambil usap ingus nya. "Kita kesana yuk." Ajak si Al ke dua ayunan di taman tersebut. "Ayok." Kata Lexa semangat. Sambil main ayunan mereka berdua bercanda ria. Tapi Lexa takut bilang ini ke Al karena Lexa udah nyaman sama Al walaupun baru beberapa hari kenalnya. "Al." Panggil Lexa agak takut. "Ada apa, Xa?." Jawab si Al sambil ayunin ayunannya si Lexa. "Aku mau bilang sesuatu tapi Al gak boleh malah ya?." Sambil nunjukin kelingkingnya ke Al dan dibalas oleh Al. "Iya aku gak bakal malah kok." Kata La meyakinkan Lexa. "Lexa, besok disuluh papa sama mama pindah ke Belanda dan tinggal disana." Sambil nangis sesegukan karena dia gak bakal ketemu sama sahabatnya lagi. "Kenapa besok? Gak bisa ditunda aja." Dia bertanya sambil peluk Lexa tulus. "Katanya gak bisa, maafin Lexa ya Al. Lexa harus pergi jaga ini baik baik. Kalo Al kangen Lexa pandang aja buku ini." Sambil menyodorkan sebuah notebook yang berisi foto mereka berdua sedang bercanda dan menangis bersama. "Maafin Al ya, udah buat kamu nangis kayak gini. Kalo udah besal nanti kita pasti ketemu kok." Kata Al agak cadel. "Maafin Lexa ya, pasti nanti Lexa kangen banget sama Al." Masih menangis di pelukan Al. Yang bisa mereka lakukan adalah menerima kenyataan bahwa mereka harus berpisah. Dan hari ini mereka hanya menghabiskannya untuk melepas rindu sebelum Lexa pergi ke Belanda.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien