THE MANNEQUIN [Slow Update]

THE MANNEQUIN [Slow Update]

  • WpView
    Reads 3,104
  • WpVote
    Votes 1,389
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[REVISI SETELAH TAMAT] Orang-orang memanggilnya MANNEQUIN. Layaknya sebuah patung perempuan yang berjalan tanpa ekspresi, tidak ada senyuman yang terpancar. . Queenza Oceana Manika. 17 tahun. Siswi SMA Putra Bangsa. Perilakunya tak pernah bisa ditebak. Baginya hal buruk tidak selalu buruk. Dan hal baik pun tidak selalu baik. . You can say THE MANNEQUIN. But she's will not say ANYTHING. ___________________________________________
All Rights Reserved
#57
cerpenremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KANTHA [Nikah Muda]
  • Arfan & Syeira
  • ZAYNTASYA
  • KENSA [TAMAT]
  • Annoying Senior's[COMPLETED]
  • The DEVIL Bad Boy [TAMAT]
  • STORY ALEXA & JUAN (END)

(TAHAP REVISI) "Bukan sakitnya yang membuatku menderita, tapi bekas luka itu yang membuatku terlalu sakit untuk mengingatnya." ••• Hidup Lita berubah drastis dalam sekejap. Diusianya yang masih sangat muda, ia justru dipaksa menerima perjodohan tidak masuk akal karena perjanjian yang dibuat nenek kakeknya di masa lalu. Sialnya, laki-laki yang dijodohkan dengannya adalah Arkan Adhian Drions. Ketua geng paling ditakuti sekaligus paling populer di sekolah. Dingin, arogan, menyebalkan, tetapi memiliki wajah yang mampu membuat hampir seluruh kaum hawa tergila-gila. Perjodohan mereka memang memberi harapan untuk keduanya saling jatuh cinta. Banyak yang bilang cinta datang karena terbiasa. Tapi, apa benar adanya, dua orang yang tidak saling mencintai dapat menyatu ketika perjodohan datang? Tapi, bagaimana jika yang tumbuh lebih dulu justru luka, rahasia, dan rasa takut untuk saling kehilangan? Akankah perjodohan ini berakhir menjadi kisah cinta yang mereka syukuri, atau justru menjadi keputusan yang paling mereka sesali?

More details
WpActionLinkContent Guidelines