The Yellow Windows (Jendela-Jendela Kuning)

The Yellow Windows (Jendela-Jendela Kuning)

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Terkadang kehidupan menjadi sebuah komedi yang megah. Termasuk saat ini. Di suatu kala, timbul fenomena dimana dimensi waktu termakzulkan oleh suatu hal yang tak terdefinisi. Arus masa yang patah sehingga timbul sebuah keadaan : kesempatan untuk membalik alur waktu. Bagaimana dan kapan bisa terjadi, masih belum didapati kepastiannya. Siapa yang mengetahui fakta ini juga masih terhitung oleh jemari. Namun terdapat satu hal tak ternegosiasikan untuk menembus batasan itu. Syarat yang harus ditunaikan cukup menghantam nalar: mati. Itu berarti, tiket untuk melewati jendela ini hanya sekali. Itukah kebenarannya? Ingin kembali ke masa lalu? Maka matilah sesaat saat melewati jendela kuning. Apakah waktunya tepat saat jendela kuning terbuka? Belum tentu. Semuanya mengalir dalam alunan yang angkuh : pertaruhan dan pengorbanan. Dan semua berawal dari aku yang ingin memaksakan kebahagiaan ada padamu. Selalu. Kemudian segala skenario ini terjadi. PERINGATAN : apabila anda memiliki indikasi depresi dan hal semacamnya, tidak disarankan untuk mengikuti cerita ini.
All Rights Reserved
#206
timetravel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • in ROOM
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • 14 DAYS
  • become a novel extra?
  • Destination: Jakarta 2040
  • Don't Be Angry
  • 2 Reflection  ✔️
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
in ROOM

Apa yang kau lakukan jika setiap harinya kau terbangun di ruangan yang tidak kau kenal di dalam sebuah fasilitas layaknya seorang pasien-tahanan? Apa yang kau lakukan jika ada rentang memori yang hilang dalam benakmu? Apa yang kau lakukan jika kegiatanmu dalam delapan jam kedepan akan kau lupakan meski kau tak berniat untuk itu? Dan apa yang kau lakukan jika petunjuk yang kau punya hanya tiga kalimat yang terus berdengung dalam kepalamu, 'Ada sesuatu ditubuhmu.' 'Kau lihat, jangka waktu memorinya hanya sekitar tujuh jam.' 'Terlalu berbahaya membedah otaknya.' Aku mengalaminya... Entah berapa tahun aku seperti ini, dan aku bahkan tak pernah melihat wajahku lagi sama sekali. Tidak ada cermin, tidak ada petunjuk waktu yang jelas, dan tidak ada istriku disini. Dan itu terjadi hari demi hari. Hingga suatu hari, kesempatan untuk 'cari tahu' itu datang.

More details
WpActionLinkContent Guidelines