BOOMERANG (Hiatus)

BOOMERANG (Hiatus)

  • WpView
    Leituras 102
  • WpVote
    Votos 25
  • WpPart
    Capítulos 10
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mar 25, 2021
Merelakan mereka yang kita sayang memang sulit! Itu terjadi pada Andra dimana sahabat terbaiknya itu pergi meninggalkannya dihari kemenangannya. Sakit hati, tidak rela, menangis, itu yang dia rasakan saat sahabatnya itu pergi. Tanpa dia sadari, takdir berpihak padanya. Sahabatnya kembali tetapi tidak sebagai sahabat tetapi sebagai seorang wanita berkarir, sukses, dan berwibawa, serta sebagai pemilik kampus yang saat ini dia tempati.
Todos os Direitos Reservados
#4
pasukanspace
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • You Got It
  • Love Will Find A Way
  • HALOALKANA
  • Analog Melankolis
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Fuchsia
  • Talk to You [END]
  • Ketua BEM || Fakultas Kesenian || TERBIT.
  • Always, Almost

Satria Evandra Arbani, laki-laki itu hanya menginginkan bertemu kembali dengan Clara Regina Anandhina, perempuan yang dipacarinya enam tahun silam. Saat mereka masih merasakan indahnya, cinta di masa putih abu-abu. Sebuah peristiwa terjadi, mengakibatkan Satria tak bisa bertemu dengan Clara lagi. Bertahun-tahun laki-laki itu selalu mencari. Tenggelam dalam keputus-asaan dan rasa bersalah. Hingga di suatu sore, keduanya kembali bertemu. Meski Satria tahu, Clara sudah tak sama lagi seperti dulu. Perempuan itu berubah menjadi sosok dingin yang penuh luka. Satria langsung menyadari jika dirinyalah yang merubah sosok Clara. Apa yang Satria lakukan untuk membuat perempuan itu kembali padanya? Di saat ada sosok lain yang mengakui Clara sebagai tunangannya. -------------- "Pergi!" Clara memejamkan matanya erat-erat. Tak sudi menatap sosok itu. "Pergi dari sini!!!" "Ra--" suara Satria tercekat. Menatap sosok di hadapannya penuh luka. "Aku mohon--" "Pergi!" Clara terus berteriak, matanya kini menyorot nyalang. "Pergi! Pergi! Pergi!"

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo