Forbidden Lies

Forbidden Lies

  • WpView
    LETTURE 45
  • WpVote
    Voti 9
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, lug 24, 2020
Tidak ada yang membenci Clare. Ia merupakan gadis sederhana yang mampu membuat semua orang tertarik dengan senyum manisnya. Tutur katanya lembut dan menenangkan kadang membuat banyak pria salah tingkah akan sikap gadis itu. Bagi Clare, hanya satu sosok yang sangat ia benci, yaitu dirinya sendiri. Kini, bertambah satu orang asing yang masuk ke dalam daftar orang yang ia benci. Aldric, pria asing yang berkata tidak berhenti mencintainya tanpa syarat. ~~~ "Kau tidak mengenalku. Mencintaiku adalah keputusan bodoh," kata Clare serius. Mata hitam Aldric berkilat marah, "Aku akan menghukum bibir lancang yang melarangku mencintaimu." ~~~ Kisah ini akan menjatuhkanmu ke dalam kebohongan tiada akhir.
Tutti i diritti riservati
#256
alpha
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • HATRED [On Going]
  • The Darkness Of The Kalan [END]
  • How Are You, Hate? (Revisi)
  • Possessed by You
  • SALAH RASA (TAMAT)
  • AZENDRA : My Friend Is A Stalker
  • Dunia Davin
  • 𝙾𝚋𝚜𝚎𝚜 𝙵𝚘𝚛 𝙼𝚢 𝙲𝚎𝚕𝚕𝚊 (REVISI)
  • Love Sick
  • SEAN'S EYES

[Sebagian part di privat. Harap follow dulu kalau mau baca.] Benci? Membenci? Kebencian? Entah ada apa dengan diriku, membenci gadis tak bersalah karena alasan masa lalu. bahkan, masalalu yang tak ada sangkut pautnya dengan dia. Perkataan dan perlakuanku padanya mampu membuat gadis itu jatuh terperosok kedalam luka. Namun, Seiring berjalannya waktu, perilaku kasar dan rasa benci padanya, berubah menjadi rasa ingin selalu melindunginya. Tapi, ketika masa lalu tengah kembali, keegoisan selalu memegang kendali atas kerja otakku. Sehingga membuat rasa peduli dan perasaan aneh ini... lenyap begitu saja. Lantas, siapa yang merasa tersakiti disini? Almira? Tentu saja! -Haruno Altair Wijaya Airmata? Rasa sakit? Kecewa? Sudah sangat biasa bagiku. Terjebak didalam rumah mewah bagai istana, bak neraka dunia bagiku. Aku gadis bodoh, yang menjadi pihak yang selalu disalahkan. Gadis bodoh, yang mencintai orang yang membenciku. Gadis bodoh, yang masih bertahan karena alasan cinta? Tapi, cinta tidak akan menyakiti sejauh ini, bukan? Lantas, jika ini ujian, maka aku tak akan pernah lari, walau aku mampu sekalipun. -Almira Pradita Parasayu.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti