Story cover for Catatan Teduh by rizkaerindiaa
Catatan Teduh
  • WpView
    Leituras 59
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 4
  • WpView
    Leituras 59
  • WpVote
    Votos 3
  • WpPart
    Capítulos 4
Em andamento, Primeira publicação em jul 24, 2020
Menanti petrichor saat hujan datang, mengingat kenangan saat rindu datang.

Menyampaikan rasa lewat tulisan.

Kumpulan kata yang berusaha dirangkai menjadi sebuah makna.
Todos os Direitos Reservados
Inscreva-se para adicionar Catatan Teduh à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#47petrichor
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Pertemanan di balik Kutukan [On Going], de AYA_MNK
28 capítulos Em andamento
🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2022 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Hujan Dan Harapan cover
KLASIK √ cover
ROMANSA KATA cover
Balada Syair Sunyi cover
Puisi 'tuk kau, Yang merindu cover
Coretan Rindu cover
[2] Asa dalam Rasa | ✔ cover
alunan diksi (sudah Terbit)  cover
harapan yang pupus cover
Pertemanan di balik Kutukan [On Going] cover

Hujan Dan Harapan

7 capítulos Concluída

Rentetan masa lalu yang mempertemukan dua insan dalam satu buku Tentang sebuah harapan saat zona nyaman mulai memerah Tentang hujan yang datang tanpa memberi sapa Tentang kenangan yang tercipta dalam akhir cerita Dan, tentang ucapan maaf yang terlontar tanpa mengenal alasan