Remembering His Fragrance

Remembering His Fragrance

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 29, 2020
Tentang kerinduan, gairah, cinta, dan dendam. ______ "Apa kau menyakitinya?" tanya Ben. "Apa kau begitu khawatir, Ben?" "Apa kau menyakitinya, Ainsley? Jawab aku!" Ainsley berhenti berjalan lalu berbalik menatap Ben dalam. Jarak mereka sangat dekat. Ben yakin pasti wanita itu bisa menghirup aroma tubuhnya. Ben ingat, Ainsley selalu bilang bahwa ia sangat menyukai berada di dekatnya. Wangi teh yang lembut dari Bvlgari Pour Homme bercampur dengan aroma khas tubuhnya menjadi perpaduan yang natural, hangat, terkesan protektif, juga maskulin adalah hal yang paling ia suka. 'Aku suka sekali memelukmu. Kau harum. Aku akan selalu memelukmu setiap kali ada kesempatan! Ainsley selalu mengatakan itu, dulu. Ben bisa lihat wanita di hadapannya kini menutup mata seolah sedang menahan diri untuk memeluknya. Sebenarnya Ben tak tega, tapi mau bagaimana lagi? Ben tak bisa memeluk wanita itu untuk menghapus rasa sedihnya. Ini setimpal untuknya. "Apa kau pernah mendapatiku menyakiti seekor anjing, Monsieur Benjamin Evrard?" Kini mata Ainsley berkaca-kaca menatap Ben. "Jadi kau sangat khawatir padanya?" Suaranya melemah. Ben terhenyak dengan kata-kata yang baru saja keluar dari mulut wanita itu. Anjing? What the heck! Merasa tak mendapat jawaban, Ainsley mengangguk perlahan lalu berbalik dan berjalan kembali sedikit lebih cepat dari sebelumnya dan meninggalkan pria yang dulu sempat tinggal bersamanya itu. Sudah hampir dua bulan mereka tidak tinggal bersama lagi. Akhir musim panas lalu adalah malam terakhir mereka tidur bersama. Ben mengusap kasar wajahnya, dia tak mengejar wanita itu lagi. Dadanya begitu panas. "Brengsek!" Dia berbalik menuju hotel kembali. ____ I hope you enjoy this story 💕 #BenitoPublisher #LombaRomanceBenito
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misunderstand
  • SHIT HAPPENS [RE-PUBLISH]
  • Dalam Dekapan Sang Malaikat
  • Meniduri Wanita Lain [END]
  • Evando&Seraphine [END]
  • Salvadore's Vow
  • Lukisan Perang dan Salju
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Hai, Arnold! (END)

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

More details
WpActionLinkContent Guidelines