AMIRA
  • WpView
    Reads 286
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 3, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
"Kenapa ? kenapa orang yang aku cintai menyakitiku, kenapa dia kembali memberi harapan baru lalu mengulang masa lalu yang sama dan tiba-tiba dihempas begitu saja ... kenapa Kak ? kenapa menyayangi kakak sesakit ini ?" ucapannya mengandung kesedihan mendalam sampai mengutarakannya seperti orang berbisik saking sesaknya. Hatinya sakit. Fakta tentang kakak nya sudah mempunyai calon tunangan menyayat hatinya. Lagi dan lagi. "Apa maksud kamu ?" tanya pria dihadapannya menatapnya intens. Dalam satu tarikan napas Amira mengatakannya tanpa takut "Amira yang sama masih mencintai kakak sampai detik ini." "Apa kamu sadar apa yang kamu bilang barusan ?" "Aku cinta sama kakak," ungkap Amira lagi seraya memejamkan matanya. "Kamu itu Adik Kakak Amira Nur Syifa!" "Adik angkat." Amira Nur syifa. " Aku capek kak. Mencintai tanpa dicintai." -------------
All Rights Reserved
#104
amira
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dosen Killer | END✔
  • Abrega
  • SEMESTA
  • See You After Midnight [END]
  • DANADYAKSA
  • Abidzar
  • Arsyilazka
  • Asmaranya Arjuna

[Buat yang suka cerita dengan konflik ringan, silahkan mampir.] Cinta, merupakan satu hal asing di kehidupan Rosianna Ayudisa. Ia tidak ingin pusing untuk memikirkan masalah percintaan yang menurutnya sangat rumit, bukan berarti ia tidak memiliki keinginan untuk menjalin sebuah komitmen. Sebagian besar orang pasti memiliki keinginan berkomitmen dengan pasangannya dalam ikatan pernikahan, begitu juga Anna. Tapi itu belum ada di pikiran Anna sekarang, mungkin nanti kalau ia sudah sukses dan bisa membanggakan orangtuanya. Yang ada di pikirannya saat ini adalah kuliahnya dan menikmati masa remajanya. - Rosianna Ayudisa (20) Karier dan kebahagiaan orang tua adalah segalanya bagi seorang Abyasa Baskara. Untuk urusan jodoh ia sudah menyerahkan semuanya kepada Sang Pencipta, ia selalu berdo'a untuk dipertemukan dengan seseorang yang baik untuk menjadi pendamping hidupnya kelak. - Abyasa Baskara (28) "Pak, saya mohon! Saya ini masih muda terus saya juga belum lulus kuliah." "Kebahagiaan orang tua itu segalanya bagi saya." "Terserah Bapak, deh! Yang pent ing kalau udah nikah Bapak jangan ikut campur urusan saya, jangan ngatur-ngatur saya, sama jangan ngekang saya! Oke?" "Nggak. Mana ada istri seperti itu?" "Tapi, Pak-" [Follow dulu biar ada Notif] 21/08/21: 🔖[1] #mahasiswa

More details
WpActionLinkContent Guidelines