Pergi
  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 24, 2020
WpInfo
Poetry
Pergi Kamis,23 Juli 2020 Kebersamaan yang telah kita lalui bersama Kini telah usai dan sirna karena waktu yang telah memisahkan aku dengannya Cinta yang selama ini kujaga dan kurawat telah pergi dari hidup ku Aku telah kehilangan orang yang aku cintai dan Aku sayangi Mungkin inilah jalan hidupku dalam mengarungi samudra cinta Yang harus kandas dan tumbang di tengah jalan Orang yang ku cinta kini telah menemukan jodohnya Dan ia pun bersanding dengannya Mungkin ini memang sudah suratan takdir bagiku Dipisahkan dengan orang yang ku cinta Jika ini sudah menjadi jalan cerita hidupku, biarkanlah aku Pergi jauh tuk membawa luka dan tangis ini Karena ku tak sanggup lagi tuk melihat dia bersamanya Biar dia bahagia dengannya Ku hanya bisa mendoakannya semoga tuhan memberikan Kebahagiaan padanya Kini harapanku telah sirna tuk bisa memilikimu seutuhnya. Karya:PITER GUNTUR l
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sacrifice Of Love
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Love made us one;  EXO FAMILY
  • Kutinggalkan dia karena Dia
  • Dia yang Tertulis di Lauhul Mahfuz
  • You are in my past and my future [END]
  • KENLA
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines