ASKALA

ASKALA

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 9, 2020
Abhia Myesha Eustacia. Gadis berparas cantik bak seorang putri. Bagi Abhia, tujuan hidup yang sebenarnya adalah membahagiakan orang-orang yang berada di sekitarnya. Abhia selalu berusaha menjadi gadis penurut untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Dia juga selalu berusaha untuk terlihat bahagia, bagaimanapun keadaannya. Sampai Abhia sendiri pun lupa akan arti dari kebahagiaan yang sesungguhnya. Dia bukan gadis kuat seperti yang orang-orang lihat. Dia hanya seorang gadis sederhana dengan senyum manis yang selalu menjadi tameng penutup keadaan sebenarnya. Karena sejujurnya gadis itu terlalu naif untuk mengakui jika dirinya juga tengah terluka. •••••••• Skala Abyan Xavier. Dia terlalu dingin untuk dimiliki. Dia juga terlalu sulit untuk digapai. Kesendirianlah yang membuatnya seperti ini. Membuatnya menjadi pribadi penutup dan dingin. Skala hanya tidak mau orang lain menganggapnya lemah karena keadaan. Skala harus membuat mereka percaya bahwa dia baik-baik saja. Tapi sejujurnya Skala juga hanya manusia biasa, yang membutuhkan sesorang sebagai sandaran dan pendengar disetiap cerita hidupnya yang penuh misteri. Entahlah, hidupnya terlalu sunyi. Hidupnya terlalu hampa untuk dilewati seorang diri. Namun Skala percaya, dia akan menemukan akhir yang bahagia. Lalu bagaimana jika keduanya dipertemukan? Dua remaja dengan kepribadian bertolak belakang, namun dengan luka yang sama-sama mereka simpan.
All Rights Reserved
#137
xavier
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Apa Kabar, Luka? (TAMAT)
  • RUANG WAKTU
  • AMORAIGER 2 [COMPLETED]
  • EPIPHANY
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • Gula - Gula
  • Teruntuk Luka [Completed]

Follow dulu sebelum baca✔️ ⚠️Awas Baper!⚠️ *** Saat Shilla sedang berusaha menyembuhkan luka hatinya, mencoba melupakan bayang-bayang cinta pertama, dan belajar mengharap hanya pada-Nya, Dikka datang. Membawa udara segar yang menenangkan, memoles warna baru di masa putih abu-abu, mencipta bahagia yang begitu istimewa. Hingga akhirnya, berkat Dikka, Shilla berhasil menyembuhkan luka hatinya pun melupakan bayang-bayang cinta pertama, namun, tanpa sadar, ia telah berharap selain pada-Nya. Siapkah Shilla kalau luka yang perlahan mengering kembali meretih lagi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines