Bisa Saya Bantu?

Bisa Saya Bantu?

  • WpView
    Reads 203
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 13, 2020
Hai! Perkenalkan nama aku Penoki. Tapi di sini, aku mau cerita tentang sahabatku bernama Norah Carolina. Dia seorang CSO di salah satu contact center ternama di Indonesia. Namanya juga CSO, kerjaannya, yah menerima dan meng-handle nasabahnya via telfon. Di suatu kejadian di kantornya dia bertemu dengan Kristo, salah satu dari jutaan nasabahnya. Kisahnya semakin seru, kala Norah akhirnya memilih resign dari pekerjaannya dan masuk ke perusahaan baru, dan lagi-lagi entah bagaimana ceritanya, Norah malah bertemu dengan Kristo yang ternyata adalah Asisten Direktur di sana. Dan kejadian-kejadian menggemaskanpun mulai terjadi. PS: Bisa Saya Bantu? adalah sebuah kisah RomCom. Harusnya sih kalian tertawa tergelitik. Tapi kalau tidak...katakan kepadaku agar aku suruh Kristo yang menggelitiki kalian...hmmm, maunya. Hahaha
All Rights Reserved
#297
ngakak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KEPINCUT BRONDONG
  • My Sweetest Popcorn
  • Bad Duda [END]
  • A.M.O.R ✔
  • WANITA SATU JUTA DOLLAR
  • Mahligai Adhyaksa #1 Unplanned Love Series
  • SIAP, MAS!
  • Bukan Sugar Daddy(end)
  • My Cute Little Guy
  • PERCAYA? [END]

18+ Peringatan! Cerita ini bisa membuat kamu cengar-cengir gajelas. Yang butuh bacaan ringan buat hiburan penghilang stres, kamu berada di tempat yang tepat. *Kepincut Brondong sinopsis: "Gue mau jadi pacar lo. Buat tiga bulan doang. Gimana?" Aku mencoba bernegosiasi. "Ha? Tiga bulan? Apaan tuh tiga bulan? Bentar amat? Kredit hape aja lima bulan, Kak." Ijun terheran. "Mau enggak? Kalo lo enggak mau ya udah. Mending lo ga usah jadi pacar gue. Jadi anak pungut gue aja!" kataku sembarangan. "Kesannya kita pacaran kayak main-main kalo kek gitu, Kak." "Ya emang main-main. Lo ngarep apa? Pacaran srius sama cewek yang empat taun lebih tua dari lo? Lo masih waras, kan?" "Tapi gue beneran suka sama lo, Kak." "Ga papa! Itu wajar. Selama lo suka sama cewek, itu artinya lo normal," tanggapku. "Tiga bulan yah?" Ijun nampak menimbang. Aku mengiyakan sambil tersenyum geli. Dalam hati aku menertawakan kegilaanku ini. "Setelah tiga bulan?" Ijun mulai tertarik. "Kita putus. Gue mau cari pacar baru, dan lo juga boleh cari pacar baru." "Kalo lo malah jatuh cinta sama gue?" tanya anak itu percaya diri. Buju buneeengg ... pede banget lo Ijuuunn ... aku tertawa saja. "Kalo gue jatuh cinta sama lo, lo harus bawa gue ke rumah sakit jiwa. Karna pasti gue udah enggak waras." ____ Pacaran sama bocah SMA? Oohh ... aku pasti sudah gila! Tapi anak itu tampan dan menggemaskan. Dan lebih dari itu, dia datang saat hatiku hancur lebur karna dihianati. Benar, Ijun datang mengisi kehampaanku. Tapi benarkah aku jatuh cinta pada Brondong yang usianya lebih muda empat tahun dariku? Yang benar saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines