Memory In Bali Island

Memory In Bali Island

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 24, 2020
Kisah di Pulau dewata, tentang kehidupan seorang gadis yang bersal dari pulau Jawa. menginjakkan kaki di Bali pertama kali saat masa kelulusan SMP. Banyaknya kenangan saat di Bali, membuat dirinya ingin mengabadikan setiap kisahnya. Entah tentang dirinya pun tentang teman-temannya. bagaimana dia bertahan dalam keadaan terguncang. Juga tentang keindahan Bali. Berkisah tentang Bali, tidak akan pernah selesai begitu saja. Ada banyak misteri juga kenangan bagi setiap orang yang telah jatuh cinta pada pulau yang menyerupai hewan terbang yang hinggap di rantuing. mungkin saja engkau tahu, dengan selalu mencari sesuatu akan semakin menyadari bahwah banyak pula yang akan engkau tahu. Selamat membaca.
All Rights Reserved
#15
destination
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reinata
  • BREATHE
  • The Secret That Makes Me Grow [END]
  • Cerita Tentang Zeeya
  • The First, Not the Last
  • Dazzling Memory
  • Everything Not Same (Selesai) ✔✔
  • Langit Senja (End)
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • ZEPHYRVILLE: KAEL BUMIANTARA
Reinata

Kau ingat saat kau bercerita tentang luka lamamu? Saat itu, aku begitu simpati padamu. Aku merasa kita memiliki kesamaan, kita pernah merasakan sakit yang sama. Aku pikir kita bisa saling menguatkan, saling menyembuhkan luka. Namun, kenyataannya jauh dari ekspektasiku. Kau justru mengulangi kesalahan yang sama, menusukku di tempat yang paling rapuh. Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal seperti itu. Kau telah menggores luka lamaku lebih dalam lagi, dan kali ini, aku tidak yakin bisa sembuh seutuhnya. Aku ingat betul bagaimana kita mulai. Aku membuka hatiku untuk memulai kembali bersamamu, menceritakan segala rahasia dan mimpi-mimpiku. Aku pikir kau adalah tempat yang aman untukku berbagi segalanya. Namun, naifnya aku, ternyata kepercayaan yang kubangun begitu mudahnya runtuh di tanganmu. Kau mengkhianatiku dengan cara yang paling menyakitkan, menusukku di saat aku paling lemah. Luka yang kau berikan jauh lebih dalam dari yang pernah kubayangkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines