Story cover for Cinta Tapi Trauma by maulidanf12
Cinta Tapi Trauma
  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
  • WpView
    LECTURAS 5
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 2
Continúa, Has publicado jul 24, 2020
Diantara semua teman-temanku, mungkin hanya aku yang kurang beruntung dalam hal percintaan. Iya, aku berkali-kali mengalami patah hati sampai hancur berkeping-keping karna menaruh perasaan di tempat yang salah. Kisah ini dimulai saat aku beranjak dewasa yaitu saat aku memasuki usia 17 tahun. Di usia tersebut aku pertama kali merasakan jatuh cinta dan di usia itu juga aku pertama kali hancur berkeping-keping karna cinta. Aku percaya bahwasanya itu salah satu tanda Allah mencintaiku, Allah tidak ingin aku menjatuhkan hatiku kepada makhlukNya. Allah hanya ingin aku untuk tetap fokus mendekatkan diri kepadaNya, memperbaiki diri, serta mempersiapkan diri untuk dipertemukan oleh jodohku yang sangat istimewa yang telah Allah siapkan hanya untukku. Semoga ...
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir Cinta Tapi Trauma a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#4pejuangskripsi
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
DALAM DETAK (SELESAI) cover
Mahligai Cinta [END]✓ cover
Narasi patah hati cover
Betrayal Of Love (SlowUp)  cover
Meneroka Jiwa 2 cover
MY HOPE IS YOU (END) cover
SELEPAS KAU PERGI (END) cover
Tenggelam Dalam Rindu  cover
KETIKA HATI HARUS MERELAKAN cover
Hoping Better cover

DALAM DETAK (SELESAI)

7 partes Concluida Contenido adulto

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017