(hikmah di pesantren)

(hikmah di pesantren)

  • WpView
    LETTURE 9
  • WpVote
    Voti 1
  • WpPart
    Parti 2
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, mag 30, 2021
panggil aja Nadia...aku memiliki kepribadian introvet susah bergaul kecuali dengan orang2 tertentu yang sudah aku kenal,,itupun harus dengan orang2 berkelas, prestasi,dan orang-orang maju,,, berkelas disini bukan berarti *kaya* tapi berkelas disini orang yang memiliki kualitas hidup yang tertata rapih,dan punya semangat. aku tidak suka dengan teman2 yang suka mengeluh karena bagiku mengeluh hanya akan membuat hidup tambah kacau dan tidak maju... keseharian ku di gunakan hanya buat belajar-belajar sampai lulus SMA abis lulus rencana mau melanjutkan pendidikan (perkuliahan) jurusan jurnalistik.. kebetulan semenjak SMA sudah belajar terlebih dahulu untuk menjadi seorang presenter, wartawan dan juga pengacara.. begitulah rencanaku(sebagai manusia hanya bisa merencanakan sedengkan Allah maha pembuat rencana) and allah berkehendak lain.. i'm akhirnya memutuskan buat mondok.. hal ini menjadi ujian baru bagiku tapi karena aku memiliki jiwa maju segala kesulitan tidak terasa telah terlewati dengan baik,,, kepahitan demi kepahitan terus di lalui bagaimana tidak seorang intro harus di jauhi teman2nya gara2 ngg bisa bergaul... ngg bisa humoris.. hidupku terlalu serius.... kadang aku pusing dengan prilaku temen2ku.. namun perjalanan hidup mengajarkan banyak hal tentang pentingnya sosial... disini aku mendapat banyak pelajaran hikmah dalam bergaul dengan manusia,,karena selama ini aku terlalu sibuk dengan diri sendiri..
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Di Balik Nama Zella
  • nostalgia SMA kita
  • serpihan hati
  • KESETIA'AN
  • life, promise and love
  • SI BUNGSU ADELL
  • Terkenang dan Terlupakan
  • Embun Pagi
  • Bitter Life Him

Semua orang lihat gue sebagai sosok ceria, random, manja... tapi mereka nggak tahu betapa hancurnya gue di balik itu semua. Gue selalu menahan luka sendirian. Bukan karena nggak percaya sama orang lain, tapi karena gue nggak butuh dikasihani. Gue bisa berdiri sendiri. Rumah? Apa itu rumah? Gue bahkan nggak tahu di mana tempat gue seharusnya pulang. "Dunia emang nggak adil, ya? Gue harus ngerti semua orang, tapi nggak ada yang sadar kalau gue juga pengen dimengerti. Gue capek." Gue selalu takut ketawa terlalu puas... karena gue tahu, setelahnya pasti ada aja masalah yang bikin gue nangis lagi.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti