Tentang Manusia: Pendahuluan

Tentang Manusia: Pendahuluan

  • WpView
    Reads 94
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 25, 2020
"Apa yang akan kauminta seandainya benar itu bunga kebahagiaan yang ada di cerita?" Legenda lokal mengatakan bahwa ada bunga yang akan mengabulkan keinginanmu jika kau berhasil menemukannya. Sayangnya, tidak semua harapan yang terkabul berakhir bahagia. Ini adalah cerita tentang mereka: Chia dengan enam jari di tangan kirinya, Bakri dan keadilan yang dengan teguh dipegangnya, serta Kalina dengan hitam di balik putihnya. Lebih spesifiknya, ini adalah cerita tentang apa makna sebuah harapan bagi mereka. "Kalau kamu marah, aku yang akan meredamnya. Kalau kamu sedih, aku yang akan menawarkannya. Kalau ada yang memusuhimu, aku yang akan menjadi lawannya." Di tengah-tengah monolog seorang introver, sebuah prolog merekah menuju hari-hari yang penuh kekacauan. Buku pertama dari serial Tentang Manusia. Terdiri dari tiga bagian: "Isolasi", "Egoisme", dan "Dendam", masing-masing terdiri dari 10 bab. Monologue-heavy, karena ditulis dengan gaya stream of consciousness.
All Rights Reserved
#933
introvert
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • HAKANA (Boundaries Were Never Our Thing)
  • Dua Jejak (novel teaser)
  • Labyrinth of Destiny (Gitshan)
  • [√] Hydrangea Love | [Exp. Vers.]
  • School Magic (hanya gue yang boleh bully dia)
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • The Truth Untold (boyslove)
  • Meneroka Jiwa 2

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines