WITHOUT YOU
  • WpView
    Reads 19
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 25, 2021
Paah... Kembalilah walau hanya sebentar Akan ku ceritakan semua kisah hidupku Setelah kau pergi meninggalkan ku When i'm WITHOUT YOU . . . . . . . "Pergi kalian dari sini!! Sekarang perusahaan dan rumah ini sudah ada di tangan saya!! Dan jangan lupa, si Tua Bangka dan istrinya itu sudah saya BUNUH!! Jadi tak ada lagi orang yang bisa.menghambat jalanku. Hahahahaha" "Kenapa lo masih ada di sini? Lo itu udah ngga pantas tau ada disini. Secarakan sekarang keluarga lo jatuh MISKIN trus gue denger opa dan oma kesayangan lo itu juga udah MATI. Ohh jangan lupa pacar lo Eeh salah MANTAN PACAR lo udah sama gue sekarang. Jadi lo ngga bakal bisa lawan gue lagi. Hahaha" . . . . . . . Semuanya berawal setelah Sang Papa pergi. Semuanya berubah. Keluarga, sahabat, rekan bisnis, semuanya ingin menjatuhkan mereka. Penghianatan, adu domba, bahkan percobaan pembunuhan mengincar mereka. Cobaan terus datang tanpa henti, seakan Tuhan tak memperbolehkan mereka berbahagia. Akankah mereka bisa melewati semua ini? Akankah semuanya akan kembali kesedia kala? Akankah mereka bahagia?
All Rights Reserved
#7
adudomba
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • New Possessive Family
  • DIVIDED LOVE
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • Become Baby Boy✓
  • "THE KING"_(ongoing)
  • Transmigrated as twins
  • Remember Me As A Time of Day✅

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines