Abang Kurir[END]

Abang Kurir[END]

  • WpView
    Reads 389,460
  • WpVote
    Votes 35,366
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 2, 2021
(FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA YUUUKK) Kita bertemu karena jodoh bukan berjodoh lalu bertemu. Pertemuan yang tak terduga dan tak sengaja membuat hati berdebar seperti ingin keluar. Dia Marwah Ashqiyah gadis berkerudung yang berparas cantik. Sempat terpaku dan terdiam saat melihat sosok cowok tampan yang ada didepan mata nya. Membuat jantungnya berdebar sekaligus salting. "Emmm bang buruan deh atau gak sebentar yah, saya mau pipis dulu" ucap Marwah menahan malu kemudian berlari masuk kedalam rumah nya. Dia sudah tidak tahan ingin pipis. Disatu sisi dia jadi grogi dan disisi lain dia sangat tak bisa menahan kebeletnya. Sedangkan yang dipanggil abang olehnya itu hanya terdiam sambil menahan kedutan di bibirnya, dan bibirnya ini tak sopan sekali ingin menertawakan gadis cantik itu. **** Selamat membaca Semoga menjadi penghibur dikala libur ckck.
All Rights Reserved
#157
gombal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Man
  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • 9096 (Complete)
  • Lantunan Cinta Dari Khalilla ✔
  • Anugrah Azizah
  • Suddenly Marriage
  • Our Journey To Love
  • ALA
  • Kayla in Love (END)
  • Two Wedding
The Man

WARNING !! Cerita ini bakal bikin kamu salting brutal dan senyam senyum sendiri!!! *Short Chapter Warning* - - - "Aku gak percaya kalau kamu cuma pernah pacaran saat kamu SMA." gumam Lili seraya menatap pria tampan didepannya, Atlas. "Kenapa gak percaya?" tanya Atlas. "Well... you sounds like a pro." jawab Lili dengan senyum jahilnya. "Im a pro? of what?" tanya pria itu seakan sengaja ingin mendengar jawaban Lili. "Dalam hal menggoda dan meluluhkan hati wanita. Kamu ahlinya." jelas Lili. Berharap Atlas akan mengerti perkataannya. Mendengarnya membuat Atlas tertawa. Dari tempatnya berdiri, Lili bisa melihat telinga pria itu memerah seakan menahan malu. Hal itu mengundang senyuman di wajahnya. "Jadi kamu sudah tergoda sekarang?" tanya Atlas lagi dengan jahil yang membuat pipi Lili bersemu. "Eh?" respon Lili sekenanya. Benar - benar bingung harus menjawab apa karena harus berhadapan dengan pria semenarik Atlas ini. "Kalau kamu penasaran tentangku, why dont we get to know each others? cause im curious about you too." ucap Atlas dengan kharisma yang meledak - ledak. Rasanya Lili ingin langsung pulang saja dan kabur dari sini. Wajahnya pasti sudah semerah tomat sekarang. Mungkin sekarang Lili benar - benar terlihat seperti orang linglung dimata Atlas, karena yang bisa ia katakan untuk menjawab itu hanyalah, "Shall we?" "Yes, we shall." jawab Atlas tanpa ragu. 🎖️#16 in Roman (13-10-2024) 🎖️#26 in Roman (29-06-2025) 🎖️#57 in Romansa (11-01-2026) 🎖️#43 in Romansa (14-01-2026)

More details
WpActionLinkContent Guidelines