Felix : Once Upon a Time
  • Reads 12
  • Votes 0
  • Parts 2
  • Reads 12
  • Votes 0
  • Parts 2
Ongoing, First published Jul 25, 2020
Felix Lee, seseorang yang dikenal sebagai ketua OSIS SMAN Pancasila dengan segala gudang prestasi dan keramahannya mulai merasa terusik kala seorang perempuan perlahan-lahan mulai mengetahui sifat aslinya dan berusaha membongkarnya. Demi misi pentingnya, ia rela mengawasi dan memata-matai perempuan itu, Rayka Arika. 

Hingga keduanya tak sadar, segalanya akan semakin rumit. 

"Felix Lee, sang murid teladan yang cuma berani bertindak dengan topeng ketua OSIS-nya itu.  Ternyata selain sampah, lo pengecut juga ya." -Rayka Diana 

"Gue nggak perlu komentar lo, lo cuma perlu diem atau gue bakal bertindak." -Felix Lee
All Rights Reserved
Sign up to add Felix : Once Upon a Time to your library and receive updates
or
#44jemin
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 10
Dosa Ku cover
𝐒oerabaja, 1730 cover
Rafa  cover
Kisah Tak Sempurna cover
antagonis wife [TERBIT] cover
After Graduation cover
He Fell First and She Never Fell? cover
Kesayangan Bunda cover
The Qonsequences cover
The Best Of Miracle cover

Dosa Ku

69 parts Ongoing

Liu Qiaqio, Permaisuri Dinasti Jin, telah menyerahkan hati, jiwa, dan raganya untuk sang kaisar. Dia mencintainya dengan sepenuh hati hingga merasa lelah, tetapi sang kaisar yang dingin hanya memiliki mata untuk satu orang, dan orang itu bukanlah dirinya. Kehangatan di mata kaisar saat memandang orang itu tidak pernah menjadi miliknya, kelembutan suara kaisar saat berbicara dengan orang itu tidak pernah ditujukan padanya, bahkan hingga ajal menjemput. "Apa salahku sehingga kau membenciku sejauh ini? Apa aku telah melakukan kesalahan sehingga kau memandangku dengan begitu hina? Apakah mencintaimu adalah dosa yang begitu besar?" tanyaku dengan lemah. "Dosamu adalah mencintai seseorang yang seharusnya tidak kau cintai," jawabnya dingin. 'Dia benar, aku telah menghabiskan terlalu banyak cinta untuknya hingga aku tidak punya sisa cinta untuk anak-anakku, untuk mereka yang benar-benar peduli padaku. Jika aku diberi satu kesempatan untuk menebus semua itu, aku akan menghabiskan seluruh hidupku melakukannya,' pikirku sembari menutup mata dan menyambut kematian. Atau begitulah pikirku.