Relung Retisalya

Relung Retisalya

  • WpView
    Membaca 32
  • WpVote
    Vote 6
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Nov 11, 2021
WpInfo
Puisi
Abdi , cinta , iba menyatu dalam satu waktu bersamaan melulu mencari ambivalen . Semua yang datang bertubi tubi telah berusaha aku telan , timbun , hanya demi menghormati hubungan ini. Deklarasi hari itu membuatku tak bisa berlari jauh dan terjebak dalam jeruji luka tanpa penawar. Bahkan hingga saat ini . august17
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#369
hurts
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Aspettare
  • ARUNIKA
  • Diary Bertali Luka
  • Rasa ini
  • baby boy
  • Stay With Me [TAMAT]
  • KHALILA AND OTHERS
  • creído // Jelena
  • Terima Kasih, Senja!
Aspettare

[[ SEDANG DI REVISI ]] [[ AKAN SEGERA DITERBITKAN OLEH NOVELINDO PUBLISHING ]] ✨✨✨ "Aku janji, aku akan menemuimu ketika keadaan setengah gelap di bumi, sesudah matahari terbenam ketika piringan matahari secara keseluruhan telah hilang dari cakrawala. Ketika pertemuan antara gelap dan terang terjadi. Ya, saat itu akan kembali dan menemuimu. Saat senja tiba." Kalimat yang selalu kuingat dengan jelas, diucapkan oleh teman masa kecilku sekaligus cinta pertamaku Rakka Sanjaya. Aku memang tidak pernah tahu kapan Rakka akan kembali, tapi satu-satunya opsi yang memang sengaja kupilih adalah aku akan tetap menunggu Rakka datang dan menemuiku seperti dulu lagi. Aku yakin, Rakka tak mungkin ingkar janji. Kalau orang-orang bertanya sampai kapan aku mau bertahan. Maka akan kujawab, sampai waktu yang tak ditentukan, dimana aku masih mampu bertahan dalam cinta sendirian yang penuh ketidakpastian. Tertanda, Keinarra Ilania

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan