AMARA
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2020
Sebuah cinta tidak akan ada bahkan sempurna jika hanya 1 pihak saja yang mencintai ataupun dicintai Kini aku sekarang sudah menjadi sesorang yang sudah bosan untuk mencitai karena sudah lelah menahan semua kepahitan. terkadang Aku merasa bingung dengan perasaan ku :( kadang aku merasa dia sangat mencintai ku dan terkadang aku merasakan kebalikanya bahkan sampai sesak tidak dapat berkata apa apa. Apakah kalian bisa membayangkan rasanya seperti apa mencintai tanpa di cintai? Apakah semua yang kita lakukan sia sia? Apakah semua yang kita lakukan akan pupus dan hanya menjadi sebuah harapan yang melayang melayang di pikiran? Seperti butiran debu yang terkena hembusan angin? Bukan kah seluruh kaum wanita berhak untuk dicintai? Dan Jangan menyukai seseorang jika orang itu tidak benar benar mencintaimu karena jika orang itu bisa saja langsung hilang dari harapanmu dan hanya meninggalkan bekas luka yang mendalam. Apakah Amara berhasil untuk seseorang yang ia sangat cinta dan berhasil membuat hati pria itu luluh?
All Rights Reserved
#53
percaya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Taken Slowly
  • Certainty [REVISI & TERBIT]
  • Dunia Selalu Ingin Bercanda
  • Aku Kamu Dan Dia
  • DEVIAN [END]
  • 31 Months for You (Revisi)
  • Shadow That Fades

MAUVE Diawali dengan jatuh cinta pada pandangan pertama. Di atas bus pada suatu sore sepulang latihan tari. Aneh rasanya, gue yang suka nge-cover dance K-Pop di media sosial dan cuma buka buku pelajaran kalau besok ada ujian, naksir cowok yang selalu peringkat satu di kelas dan hobinya adalah belajar. Tapi, cinta emang kayak gitu, 'kan? Memunculkan hal-hal baru yang lo enggak tahu ada di diri lo. MILO Jatuh cinta sama sahabat sendiri dan ketahuan? Dan, demi menyelamatkan muka, mau-mau aja diajak pura-pura pacaran sama teman sekelas yang terang-terangan naksir elo? Yap, tepat itulah yang gue lakukan. Kesalahan besar karena hidup gue yang tenang jadi berisik seketika. Cewek satu itu begonya enggak nanggung-nanggung dan mulutnya enggak pernah berhenti ngomong. Yang ada di otaknya cuma nari dan malas-malasan. Kemudian, pada satu titik, mendadak aja kehadirannya bikin gue terbiasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines