Na-update namin ang aming Mga Alituntunin sa Nilalaman.
Suriin ang pinakabagong mga alituntunin para patuloy na makapagbahagi ng mga kuwento nang ligtas.
Matuto pa
Senja Di Taman Kota

Senja Di Taman Kota

  • WpView
    MGA BUMASA 5,026
  • WpVote
    Mga Boto 553
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sun, Jan 19, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Seseorang pernah menyampaikan rangkain kalimat menyedihkan "Hidup terlalu singkat untuk menunggu. Bagaimana jika yang ditunggu tidak pernah kembali? Atau malah mengkhianati?" Dan akupun tumbuh menjadi gadis paling naif dalam menanti. Kenapa dibalik janji-janji yang belum tentu ditepati, aku terus menerka-nerka ketidakpastian itu. Menghabiskan banyak waktu untuk sebuah temu. Bisa saja orang yang di tunggu malah melupakannya, menganggap ucapan 9 tahun lalu lelucon belaka. Na'as aku selalu naif dalam perihal ulasan di atas. Egoku melahap sisa-sisa logika. 9 tahun lalu setelah kehilangan kaki kiriku, dia berjanji akan kembali. Berkata terus berada di samping gadis bodoh ini jika tidak bisa berdiri sendiri dan aku memegang teguh janji-janji mungkin di khianati, lantas menunggu disaat senja di taman kota dengan satu kaki yang tesisa. Semoga kalian suka dengan cerita nya ^_^ Publish ulang Sel, 11 agu 2020 Revisi 2024
All Rights Reserved
#811
penantian
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Amor Almira
  • Cerita Tentang Kita
  • Perjuangan Yang Tak Dihargai(TAMAT)
  • Where The Feelings
  • Filosofi Penantian || TERBIT
  • FRIENDzone (Completed)
  • Aspettare
  • Jingga di Samudra [Completed]
  • Cerita Tentang Zeeya

Dalam hidup, kita bertemu dengan banyak orang. Tapi hanya sedikit yang mampu mengguncang dunia kita, mengubah arah hidup, dan meninggalkan jejak di hati. Ini adalah kisah tentang dua dunia yang bertabrakan-tentang gadis baik yang jatuh cinta pada laki-laki yang katanya nggak pantas dicintai. Almira Anjani Wirasti, gadis ceria dengan hati selembut senja, tak pernah menyangka bahwa pertemuan singkat di bawah pohon rindang akan mengubah hidupnya. Ia hanya ingin menolong. Tapi dari sentuhan pertamanya, ia malah menemukan luka yang lebih dalam dari sekadar goresan di kulit-luka yang tersembunyi di balik dinginnya tatapan seorang Amor Antariksa Setiawan. Amor bukan tipe pria yang mudah didekati. Kasar, tertutup, dan penuh misteri. Tapi siapa sangka, di balik sikap cueknya, ada hati yang lelah... dan mungkin, hanya butuh seseorang yang cukup nekat untuk mengetuk pintunya. > "Lo nggak takut deketin orang kayak gue?" tanya Amor suatu sore, suaranya serak, tatapannya kosong menatap langit. Almira menghela napas pelan, menatap lukanya, lalu menjawab tenang, "Yang gue takutin bukan lo... tapi kehilangan kesempatan buat bikin lo bahagia." Amor terdiam. Tak ada yang pernah bilang hal seperti itu padanya. > "Gue bukan orang baik," gumamnya. "Gue cuma... rusak." "Nggak ada orang yang terlalu rusak buat dicintai," bisik Almira, menatap matanya yang penuh luka. "Lo cuma belum pernah dikasih alasan buat percaya." Dan sejak hari itu, perlahan-tanpa mereka sadari-dunia yang kelabu mulai berubah warna. Ini bukan kisah cinta biasa. Ini tentang keberanian mencintai seseorang yang hancur. Tentang bagaimana cinta bisa mengubah arah hidup, menyembuhkan luka lama, dan menciptakan harapan baru. Karena kadang... yang kita butuhkan bukan orang sempurna. Tapi seseorang yang bersedia tetap tinggal, bahkan ketika kita merasa tidak pantas dicintai.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman