Pecahan kaca itu tampak berkilauan.
Tanpa sadar, aku pun terpukau.
Tanpa gentar, ia terus melambai.
Benda itu bersinar. Amat terang.
Suaraku tercekat saat ia mendekat.
Hei, jangan coba untuk teriak.
Kamu sudah terlambat.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Apakah aku harus pergi dan melupakannya?! Tapi kurasa aku tak akan sanggup
Aku harus bagaimana?!
.
.
.
.
.
:'(
Enjoy reading📚
Hanyalah cerita fiksi, murni dari Author