Come Back

Come Back

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 12, 2021
Apa semudah itu melupakan seseorang Bagimu? .Hingga kau tak mengenalku. Lagii. tanya gadis itu sambil menangis terisak didepan pria yang tak lain adalah laksa garilya . Maaf,kata pria itu menatap nanar gadis didepannya. Hah! Dan hanya maaf yg kau ucapkan setelah kau pergi meninggalkan ku?, ucap gadis itu. Aku hanya berharap kau tak pergi tinggalkanku lagi .tidak -tidak bukan aku tapi kami.dan ralat. Seharusnya aku berharap kau tidak kembali lagi kesini. Lalu pergi meninggalkannya. Laksa terdiam. Dia bingung, seberapa banyak hal yang telah dia lupakan .bukan dia tapi seberapa jauh lupa mengajak nya bermain.dan wanita itu berhasil membuat pria itu bergelut dengan masa lalu nya.Dan wanita itu tak lain adalah Letta clarsydirika . Wanita yang selalu menghantuinya
All Rights Reserved
#386
17
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  • Be My Lover [END]
  • Look At Me, My Husband (Hiatus)
  • DESA PUNYA CERITA
  • PAMIT (END)
  • GHOSTING [TAMAT]
  • GREENSTA [END]
  •  ANATHA
  • Setelah Menikah
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines