ALDIANO [ Di Balik Tawanya ]

ALDIANO [ Di Balik Tawanya ]

  • WpView
    Reads 1,718
  • WpVote
    Votes 606
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 21, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
WARNING⚠️⚠️⚠️⚠️ Follow dulu baru baca Jangan lupa tinggalkan jejak ok Terdapat kata-kata kasar bijakklah dalam membaca Jagan di tiru Apakah kalian tau rasanya hidup diantara ibu yang sangat menyayangi kita, namun ayah yang tidak mau mengakui kita sebagai anaknya, ayah yang selalu menyakiti ibu, dan kita tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa memendam dan bersikap seolah baik-baik saja dan menutupinya dengan tawa. Beruntung aku memiliki sahabat yang baik, jika bersama mereka aku merasa sedikit bebanku berkurang. ___________________________________________ "Eh ini kenapa bascamp jadi basah gini? emangnya hujan ya tadi," ujar Satria. "Goblok di pelihara, tadi kan Lo main skate di lapangan ngga hujan, masa iya disini hujan," tukas Kelvin. "Iya juga, eh Al kok bisa basah gini sih, eh kok ada Starla disini, ngapain?," tanya Nauval bertubi-tubi. "Kalo nanya satu-satu main nyerocos aja Lo kaya tetangga gue," kata Satria sambil membayangkan tetangganya yang marah-marah gara-gara ayamnya makan tanaman hiasnya, Satria bergidik ngeri membayangkannya. "Kenapa lo?" tanya Nauval sambil memegang dahi Satria, memastikan panas atau tidak. "Bang jangan pegang-pegang aku masih SMP," kata Satria yang dihadiahi toyoran kepala oleh Nauval. Satria tertawa terbahak-bahak begitulah dengan Kelvin, Aldiano, Starla Angga? Dia juga tertawa namun hanya tertawa kecil saja. Aldino tertawa kemudian tersenyum melihat tingkah konyol teman-temannya. "Beruntung gue punya kalian" batin Aldiano Kuy simak ceritanya.... Jan lupa vote and coment ya:) Dan follow akun wp @istiana518 @srihartak Sedikit informasi aku bakal revisi kalo udah mood atau ngga udah tamat makasih ;)
All Rights Reserved
#1
aldiano
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perihal Sandwich(End)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • Cheerful Girl [ENDING]
  • GEVRONZ
  • DRAFENZO SHAQUILLE
  • SATU RAGA SERIBU LUKA |
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Diantara Kalian
  • ALEYA~~

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

More details
WpActionLinkContent Guidelines