Elegi Fana

Elegi Fana

  • WpView
    Membaca 60
  • WpVote
    Vote 13
  • WpPart
    Bab 6
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Okt 19, 2020
Debu-debu dari tubuh huruf akan membuat gatal hidung - hidung manusia yang kerap membenarkan hawa nafsunya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#4
sarkas
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Pikul Pilu Pada Pulangmu
  • kumpulan cerpen kookmin/Jikook (book 2)
  • Semua Memukul (✅)
  • Rembulan Yang Sirna
  • My SIN (GXG iam Lesbian)
  • 365 HARI BERCINTA DENGAN PUISI
  • aku bukan penyair
  • အချစ်၏ဟန်ပန်-𝑻𝒉𝒆 𝑺𝒕𝒚𝒍𝒆 𝑶𝒇 𝑳𝒐𝒗𝒆(Complete)
  • My Wish
  • Unexpected Married  (YUSION/SIYU  GS)

Apa yang sebenarnya manusia inginkan? Apa yang sebenarnya lahir dari kembara tanpa tuju? Menyibak kekosongan, enggan berhenti. Satu dua kali, aku pun melakukannya. "Di mana rumahmu? Apa kamu mengunjunginya akhir-akhir ini?" Semilir mengantar gembiramu pada saat gelisah sejak kemarin menjemputku. Tapak tidak mengambil jeda. Pun bibir bergetar, melengkung pahit. "Tidak. Rumahku tidak dapat aku temukan." Rumahmu mungkin bukan lagi rumah yang hangat. Terlalu terkepul tangis, dusta, dengki, dan segala lara yang dibawa seorang diri. Tanpa kenal lelah meski sebenarnya ingin menyerah. Bersama perasaan-perasaan ini, kamu akan menemukan tempat bersandar. Bersama apa pun yang tertulis di sini, mari temukan kembali dirimu yang mungkin telah lama lupa jalan pulang. *** Seri Dua dari antologi puisi FOUR ©2026

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan