Aku menatap setiap lekuk ciptaanMu. Sungguh tak ada kata kurang sedikitpun, aku sangat senang dia adalah miliku selama ini. Saat sedang asik memandangi wajah Arga, tiba tiba Arga membuka matanya. Dia menatapku secara intens dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Apa ini mengapa jantung begitu cepat, ohh shit aku tidak ingin hadiah beda dari yang lain itu merupakan sebuah ahhh ga gak. Saat tinggal berapa senti lagi baru Arga memulai awal percakapannya. "Aku mau putus"
More details