Story cover for Sempiternal by SulisSetwat
Sempiternal
  • WpView
    MGA BUMASA 89
  • WpVote
    Mga Boto 21
  • WpPart
    Mga Parte 5
  • WpView
    MGA BUMASA 89
  • WpVote
    Mga Boto 21
  • WpPart
    Mga Parte 5
Ongoing, Unang na-publish Jul 26, 2020
Sempiternal adalah suatu kata sifat yang artinya suatu hal yang kekal, abadi selamanya.  Seperti kalian mempunyai hal atau seseorang yang sangat kalian sayangi dan kalian ingin bersama dengan mereka selamanya. 

Dia sebagai cahaya yang bertugas untuk menerangi bukan untuk menemani. Aku hanya seseorang yang tak pernah mendapatkan kasih sayang tapi selalu menampakkan senyuman. Hidup itu memang berat jika engkau tak pernah berbagi. Hidup juga akan sulit jika engkau tak memiliki rasa syukur. Aku tak tau harus bagaimana untuk menjalani, tpi ini semua akan aku lakukan demi menemukan titik kebahagiaan.


"Hidup emg ga bisa ditebak, setiap gw pasrah selalu aja lu ngigetin Tuhan kasih hal yang dibutuhkan bukan yang kita mau, tpi gw ga butuh keluarga gw ancur, yang gw mau semua kembali seperti semula"
-Natasya Veldric


"Kadang kita harus jalani sesuatu yang dipandang kita ga bakal bisa lewatin masalah itu, tpi lu tau? gw bahkan ga pernah nyerah, sekali pun gagal gw bakal coba lagi"
-Ivan Arnold
All Rights Reserved
Sign up to add Sempiternal to your library and receive updates
o
#11sempiternal
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Don't Talk About Money ni catheryn99
55 parte Kumpleto
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
 HAZELA || REVISI!! ni sweedzz_
24 mga parte Kumpleto
Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 10
Rumah Tanpa Pintu [ON GOING] cover
Karena Kamu Rumahnya  cover
DIFFERENT TWINS [ END ]  cover
Buku Diary Dalam Rumah Kayu ( Tamat ) cover
R E Y V A N cover
God's Surprise ( Slow Update ) cover
Don't Talk About Money cover
 Six Kizi cover
 HAZELA || REVISI!! cover
Si Manja Aza cover

Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]

13 parte Ongoing

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."