ASRAR
  • WpView
    Reads 411
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 20, 2021
Percayalah, Masih banyak kisah yang belum diceritakan. Dan akan terungkap di waktu yang tepat. . . . Akan tetapi... Semua ini rahasia. Hanya kepadamu kisah-kisah ini akan kuceritakan. Jadi, maukah kau berjanji padaku untuk tidak memberitahunya kepada siapapun?
All Rights Reserved
#18
tag
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cinta dan Takdir Rania [End]
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • Mahligai Sunyi
  • SajakSesak 2 [Arief Aumar]
  • untuk seseorang yang pernah ku langitkan namanya
  • Indonesian Poetry
  • Rindu yang berjarak
  • Coretan Rindu
  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)

❝Keputusan berat yang harus aku ambil, demi menjagaku juga menjagamu adalah menjauhimu. Bukan karena benci, tapi karena aku mencintaimu. Semata agar kau dan aku tidak terjerumus dalam syahwat yang hina.❞ Begitulah kutipan tulisan yang aku tulis dan kutujukan untuk seseorang, cinta pertamaku. Assalamu'alaikum ... aku Rania Andinadya. Jika kamu bertanya kisah ini mengisahkan tentang apa ... ini tentang perjalananku dalam menemukan hingga harus belajar mengikhlaskan cinta pertamaku. Aku, begitu mencintai dia. Namun anehnya, aku sama sekali tidak pernah berani mengungkapkan perasaanku padanya. Sampai suatu masa, ketika cintaku mulai terbalaskan, hidayah-Nya perlahan-lahan mengetuk pintu hatiku. Aku pun menyadari, aku dan dia tidak seharusnya sering berinteraksi, demi menghindari syahwat yang hina. Meski telah berhijrah, cintaku kepadanya masih sama. Dalam diam, aku tetap mencintai dan mendo'akan kebaikan untuknya. Tapi, siapa sangka takdir malah berkata lain. Setelah menjauhinya sebab cinta, ia telah menemukan pujaan hatinya. Lantas aku berusaha mengikhlaskan, meskipun ikhlas adalah suatu hal yang teramat pelik. Dan satu pertanyaan terus mengusik pikiranku ... mampukah aku mengikhlaskannya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines