SEBATAS PERTEMANAN

SEBATAS PERTEMANAN

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 16, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Tagssyair
Berawal dari pertemuan tak di sengaja. Seiring berjalannya waktu berubah menjadi persahabatan. Sekian dijalani terdapat rasa yang menjalar dalam hati. Cinta bersemi diatas persahabatan yang telah dijalani. Lamanya waktu berjalan serasa tak nampak keseriusan dalam ucapan. Seolah olah hanya permainan. Yang kuasa atas segala cinta yang dimiliki setiap insan di dunia. Tak mengizinkan kita untuk hidup bersama. Dalam jalinan yang dihalalkan oleh agama. Kehendaknya telah mengantarkanku kepada yang lain selain dirimu. Kita tidak ditaqdirkan bersama. Namun persahabatan akan tetap terjalin untuk selamanya. Jangan kau risau, resah gelisah ataupun sakit hati karna ditinggal pergi. Kau akan menemukan yang jauh lebih baik dari diriku. Yang ditaqdirkan untuk hidup bersamamu. Menerima setiap kekuranganmu dan bersyukur atas kelebihanmu. Maafkan aku yang tak mampu memberikan rasa yang sama seperti dulu. Karna hatiku sudah terpaut oleh hati selain dirimu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Silent Scars | Orine
  • Tell Me BACK?,No More!!!//Myungzy(END)
  • Garis Singgung
  • UNREQUITED LOVE
  • Kamu Milikku
  • ABOUT ERINE (orine)
  • THAT'S MY IDOL (orinee😋😋)
  • Again?
  • Cerita Kita[ENDING]

seorang gadis yang selalu menghadapi kejamnya dunia dengan senyuman manisnya. gadis yang tak pernah terpikirkan cara untuk membenci, tak peduli berapa kali dirinya di hina, senyuman nya tak akan pernah luntur dari parasnya yang indah. mungkin hanya ada kesedihan di dalam dirinya, dan tak lupa keikhlasan dirinya menghadapi itu semua dengan senyuman. "jangan pernah berani buat sentuh gue" "dasar ga guna" "lu ga akan pernah pantas jadi teman gue" -Oline entah siapa yang ada di pihak nya, entah siapa yang melindungi nya, dan entah siapa yang menemaninya. yang pasti mereka semua hanya diam saat dirinya di tindas, mereka semua bahkan ikut mengolok-olok dirinya. "aku hanya ingin membantu" "maaf sudah membebani" "aku akan memantaskan diri" -Erine

More details
WpActionLinkContent Guidelines