We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
DIA
  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang gadis yang bernama Sheina Rubby Tazkiya, anak nakal yang keluar masuk ruang BK karena suatu alasan. Membuat orang tuanya pusing dengan kelakuannya, akhirnya ia dimasukkan ke salah satu pesantren. Di sana Sheina mulai berubah, lalu menyukai seorang ikhwan yang memiliki suara merdu, yang selalu memimpin ngaji bersama setiap ba'da ashar. Siapakah dia?
All Rights Reserved
#43
sheina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cermin yang Retak tak Ingin di Benci
  • Syukron Ya Habibati
  • JASHAN
  • My Childish Wife [TAMAT]
  • Janji Syawal #1 (End)
  • Geng Santri Kece ! [ SUDAH TERBIT ]
  • ARKHAN (TAMAT)

Cerita tentang petualangan seorang gadis bernama Asya Salsabila, usia 16 tahun yang dipaksa ayahnya masuk pesantren, dan mengubur impiannya masuk SMK favorit jurusan fashion designer, sebuah cita-cita yang diinginkan sejak SMP. Namun, ternyata didalam pesantren banyak pelajaran hidup yang dia temui, mulai dari persahabatan bahkan percintaan. Ia merasakan jatuh bangun menghadapi semua permasalahannya seorang diri tanpa bantuan dari kakak-kakaknya, karena ia anak paling bungsu dari empat bersaudara dan paling dimanja. Kini ia harus dapat tegar berdiri, ketika sahabat terdekatnya yang ia percaya sepenuh hati berkhianat dan menusuknya dari belakang, kekecewaan sudah menelannya dan membuatnya depresi, sehingga lari dari pesantren, ketika hampir putus asa, seseorang datang menawarkan bantuan tapi harus merendahkan harga dirinya dengan melepas jilbab, dan mempertaruhkan ilmu agama yang sudah dipelajarinya, benturan antara prinsip dan kebutuhan untuk bertahan hidup, membuatnya dalam dilema yang besar, sampai pada suatu masa, ia harus mengalah, menanggalkan satu-satunya bukti bahwa ia anak pesantren, selembar kain yang menutupi rambutnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines