WHEN I SEE YOU

WHEN I SEE YOU

  • WpView
    Reads 815
  • WpVote
    Votes 594
  • WpPart
    Parts 26
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 1, 2022
{ FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA } Shakila Zilda Putri Anastasya, gadis cantik nan imut memiliki hati seperti malaikat dan punya jiwa solidaritas yang tinggi. Sehingga, Zilda dijadikan sandera oleh musuh keluarganya-keluarga Adijaya. Syahida Rasya Eizal Putra, cowok cuek nan dingin itu mempunyai sifat perhatian tapi menyebalkan. Dengan sifat itulah, Zilda ingin memilikinya. Perjuangan yang Zilda raih tidak semulus perkiraannya. Hingga akhirnya, ia harus rela dijauhkan dari Rasya karena suatu hal. **** Tiba-tiba Rasya berlutut di hadapan Zilda sambil membawa bucket bunga. Zilda merasa sangat istimewa dibuatnya. Zilda tak tahu Rasya mau mengucapkan apa kepadanya. "Aku mau bilang, selamat ulang tahun cantik, semoga panjang umur, sehat selalu, tambah pintar, semoga semakin cantik yaa hihi, selalu dalam lindungan Tuhan, jadi anak yang berbakti kepada orang tua, semoga apa yang disemogakan lekas tersemoga, tetap jadi Zilda yang seperti ini, tetap cinta sama aku" jelas Rasya. "I-iya terimakasih" kata Zilda tersipu malu. " Dan satu lagi yang mau aku bilang sama kamu" tutur Rasya. "Apa lagi?" tanya Zilda yang penasaran. Penasaran dengan kisah mereka?? Mangkanya, baca terus kisah ZILSYA yaaa!!!!!
All Rights Reserved
#187
rasya
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DI ANTARA DUA KEHIDUPAN (END)
  •  Zillo [✓]
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • Rejjan - ZIO's PAPA!
  • THE TWINS
  • DANADYAKSA
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • LINE OF DESTINY

"Anak hebat Ayah, kalau sudah besar mau jadi apa?" Suara itu masih terngiang di kepala Syela, lembut dan penuh kasih sayang. Malam itu, ia masih berusia enam tahun, duduk di pangkuan ayahnya yang selalu wangi dengan aroma buku dan kopi. "Dokter, Ayah. Supaya Syela bisa menyembuhkan orang-orang dan membantu banyak orang," jawabnya dengan penuh semangat. Ayahnya tertawa kecil, mengusap kepalanya dengan penuh kebanggaan. "Syela janji ya, suatu hari nanti akan jadi dokter hebat? Ayah janji akan selalu menuntun langkah Syela sampai impian itu terwujud." "Iya, Ayah! Syela janji! Terima kasih, Ayah. Syela sayang Ayah, sampai kapanpun." Janji itu terdengar begitu nyata, seolah hanya terjadi kemarin. Tapi kini, bertahun-tahun setelahnya, Syela hanya bisa menatap kosong ke langit-langit kamar. Ayah tidak lagi di sini. Janji itu, yang dulu terdengar seperti kepastian, kini hanya tinggal kenangan yang menggantung di dara. Syela menarik napas panjang, meremas ujung selimutnya. Sudah bertahun-tahun sejak ia kehilangan sosok yang paling ia cintai. Tapi luka itu tak pernah benar-benar sembuh. "Mana janji Ayah yang akan menuntun langkah Syela?" baca selengkap nya ya! @ssabrinena @syelas.story

More details
WpActionLinkContent Guidelines