Bilies
  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Wed, Jul 29, 2020
WpInfo
Fiction
Romance
[Revisi] Bagaimana rasanya sembunyi dari perasaanmu sendiri? Bagaimana jika apa yang kau mimpikan selalu menjadi kenyataan? Apa kau merasa bahagia? Atau kau takut? Pria bermata sayu Kerus dan pemalas,semua orang mengenalnya...fije Hidupnya mulai terganggu setelah dia berjumpa dengan seorang wanita bernama bilies,murid baru yang tertutup,matanya begitu indah,bilies wanita sempurna,tapi tidak dengan kehidupannya Tuhan mempertemukan mereka dalam tulisannya yang indah,tapi masih merahasiakan akhirnya Jika kehidupan ini menggambarkan peristiwa yang terjadi Maka kematian adalah peristiwa yang akan terjadi. Cinta selalu menjadi dialog yang menarik,tapi kehidupan ini tak pernah berjalan sesuai rencana Ntah cinta yang pertama kali bertemu Atau kematian yang membuatmu menangis Selanjutnya hanya Tuhan yang tau Garis waktu yang panjang Konflik yang tak berujung Persahabatan yang indah Menjadi bumbu-bumbu kehidupan pria yang malang ini Jangan menuliskan harapanmu pada malam yang dingin Atau Pada hati yang kosong Berdoalah agar semuanya baik-baik saja Itu lebih baik ...Selamat menikmati...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Eliinaa
  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • CHEOSSARANG (Complete)
  • Trust
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Let Me Love You Longer
  • FEXZY (END)
  •  ANATHA
  • I'm okay (END)
Eliinaa

Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.

More details
WpActionLinkContent Guidelines